Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
18 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
18 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
18 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
24 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
23 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
17 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Home  /  Berita  /  Badminton

Sebanyak 334.200 Usaha di Riau Tidak Menempati Bangunan Khusus, Persaingan Diera MEA Semakin Berat

Sebanyak 334.200 Usaha di Riau Tidak Menempati Bangunan Khusus, Persaingan Diera MEA Semakin Berat
ilustrasi.
Kamis, 01 September 2016 14:44 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Hasil sementara Sensus Ekonomi (SE) 2016 tahap awal di Provinsi Riau menunjukkan, jumlah usaha non pertanian mencapai sebanyak 527.200 usaha pada 2016. Angka itu meningkat sebesar 44,1 persen jika dibandingkan jumlah usaha hasil SE 2006 yang tercatat sebanyak 365.900 usaha.

"Dari total sebanyak 527.200 usaha itu, tercatat sebanyak 193.000 usaha yang menempati bangunan khusus untuk tempat usaha. Dengan demikian, sebanyak 334.200 usaha tidak menempati bangunan khusus seperti pedagang keliling, usaha di dalam rumah sendiri, usaha kaki lima ," ungkap Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Tri Wahyu Joko Pratomo kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (1/9/2016).

Jika dilihat dari hasil sementara SE 2016, Riau diperkirakan akan mengalami tantangan yang cukup berat di era persaingan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ini diprediksi mengingat lebih dari 63 persen usaha yang ada di Riau tidak menempati bangunan yang khusus diperuntukkan bagi kegiatan usahaanya.

"Kalau mau bersaing dan menjadi pemain pada era MEA, kita harus meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha," kata Tri Wahyu. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww