Seminggu Hilang, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
![]() |
| Kapolres Tapsel didampingi Kasat Reskrim dan Kapolsek Barteng saat memaparkan kedua tersangka yang terlibat aksi pembunuhan Pendi di Mapolres Tapsel, Kamis (1/9/2016). (Reza) |
Penulis: Reza
Hal itu terungkap, Kamis (1/9/2016) saat pihak Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tersebut.
Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana memaparkan, kasus pembunuhan yang diduga kuat sudah direncanakan itu terungkap berkat penyidikan yang dilakukan anggotanya dari Satreskrim Polres Tapsel dan personil Polsek Barteng.
"Kasus ini terungkap berkat kerja keras petugas kita yang terus melakukan penyidikan, dan diketahui ada 3 tersangka yang terlibat," tukasnya didampingi Kasat Reskrim AKP Jama K Purba dan Kapolsek Barteng AKP Asmon Bufitra.
Dijelaskan Rony, beberapa hari setelah penemuan mayat yang diketahui bernama Pendi Sihombing (32), pihaknya langsung menelusuri orang-orang yang dicurigai dan diketahui dekat dengan korban. Hasilnya, terang mantan penyidik KPK ini, ada 3 orang warga Sihoringkoring, Barteng yang tidak berada di tempatnya. Mendapat info keberadaan ketiganya, petugas pun bergerak menuju daerah Suram Provinsi Riau. Hasilnya, 2 dari 3 tersangka berhasil dibekuk dan diboyong ke Mapolres Tapsel, Minggu (28/8/2016) kemarin.
" Ada 3 tersangka, namun baru dua yang kita tangkap dengan inisial MSS dan AP. Dan keduanya mengaku hanya ikut membantu dan diminta oleh MH," sebut Kapolres dan masih tetap melakukan pengejaran terhadap MH yang diketahui sebagai otak pelaku dan yang merencanakan pembunuhan.
Dari 2 pelaku yang diamankan yaitu N Sahala Siregar dan Aminuddin Pulungan, mereka mengaku hanya diminta bantu oleh MH dengan imbalan uang. " Jadi keduanya mengaku diminta bantu oleh MH dengan imbalan uang, dan mereka juga yang memancing korban untuk datang dengan modus mau menjual babi hasil buruan mereka kepada korban," pungkasnya di Satreskrim Mapolres Tapsel Jalan SM Raja Kota Padangsidimpuan.
Sebelumnya, Selasa (9/8/2016), Pendi Sihombing pamit membeli bensin dan gas ke pasar. Sepekan berlalu, pria berusia 32 tahun ini, tak kunjung pulang ke rumah. Tepat pada perayaan HUT RI ke-71 lalu Pendi ditemukan sudah tidak bernyawa. Jasad yang sudah tinggal tulang belulang itu, ditemukan tidak utuh. Kepala dan tubuhnya terpisah di areal Lahan Konservasi PT SSL (Sumatera Sylva Lestari) Barteng, Kabupaten Padang Lawas (Palas).












