Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
21 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
20 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
22 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
18 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Badminton

Seminggu Hilang, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Seminggu Hilang, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang
Kapolres Tapsel didampingi Kasat Reskrim dan Kapolsek Barteng saat memaparkan kedua tersangka yang terlibat aksi pembunuhan Pendi di Mapolres Tapsel, Kamis (1/9/2016). (Reza)
Jum'at, 02 September 2016 08:41 WIB
Penulis: Reza
PADANGSIDIMPUAN - Masih ingat dengan penemuan mayat tinggal kerangka di areal konservasi PT SSL Desa Pangirkiran Dolok, Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Palas pas pada perayaan HUT RI ke-71, Rabu (17/8/2016) lalu? Pria yang diketahui bernama Pendi Sihombing (32) warga perumahan karyawan perkebunan Unterudang II PT Torganda itu rupanya sudah direncanakan untuk dibunuh sebelum ditemukan seminggu menghilang.

Hal itu terungkap, Kamis (1/9/2016) saat pihak Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tersebut.


Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana memaparkan, kasus pembunuhan yang diduga kuat sudah direncanakan itu terungkap berkat penyidikan yang dilakukan anggotanya dari Satreskrim Polres Tapsel dan personil Polsek Barteng.

"Kasus ini terungkap berkat kerja keras petugas kita yang terus melakukan penyidikan, dan diketahui ada 3 tersangka yang terlibat," tukasnya didampingi Kasat Reskrim AKP Jama K Purba dan Kapolsek Barteng AKP Asmon Bufitra.

Dijelaskan Rony, beberapa hari setelah penemuan mayat yang diketahui bernama Pendi Sihombing (32), pihaknya langsung menelusuri orang-orang yang dicurigai dan diketahui dekat dengan korban. Hasilnya, terang mantan penyidik KPK ini, ada 3 orang warga Sihoringkoring, Barteng yang tidak berada di tempatnya. Mendapat info keberadaan ketiganya, petugas pun bergerak menuju daerah Suram Provinsi Riau. Hasilnya, 2 dari 3 tersangka berhasil dibekuk dan diboyong ke Mapolres Tapsel, Minggu (28/8/2016) kemarin.

" Ada 3 tersangka, namun baru dua yang kita tangkap dengan inisial MSS dan AP. Dan keduanya mengaku hanya ikut membantu dan diminta oleh MH," sebut Kapolres dan masih tetap melakukan pengejaran terhadap MH yang diketahui sebagai otak pelaku dan yang merencanakan pembunuhan.

Dari 2 pelaku yang diamankan yaitu N Sahala Siregar dan Aminuddin Pulungan, mereka mengaku hanya diminta bantu oleh MH dengan imbalan uang. " Jadi keduanya mengaku diminta bantu oleh MH dengan imbalan uang, dan mereka juga yang memancing korban untuk datang dengan modus mau menjual babi hasil buruan mereka kepada korban," pungkasnya di Satreskrim Mapolres Tapsel Jalan SM Raja Kota Padangsidimpuan.

Sebelumnya, Selasa (9/8/2016), Pendi Sihombing pamit membeli bensin dan gas ke pasar. Sepekan berlalu, pria berusia 32 tahun ini, tak kunjung pulang ke rumah. Tepat pada perayaan HUT RI ke-71 lalu Pendi ditemukan sudah tidak bernyawa. Jasad yang sudah tinggal tulang belulang itu, ditemukan tidak utuh. Kepala dan tubuhnya terpisah di areal Lahan Konservasi PT SSL (Sumatera Sylva Lestari) Barteng, Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Editor:Arif
Kategori:Badminton, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww