Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton

Tidak Bertanggungjawab Setelah Menghamili Gadis Remaja, Seorang Pemuda di Pekanbaru Dipolisikan Ibu Korban

Tidak Bertanggungjawab Setelah Menghamili Gadis Remaja, Seorang Pemuda di Pekanbaru Dipolisikan Ibu Korban
Ilustrasi (internet)
Sabtu, 03 September 2016 11:06 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Seorang ibu rumah tangga (IRT) Ay (36) mendatangi Porlesta Pekanbaru, Riau, Jum'at (2/9/2016) untuk melaporkan FN (28) yang diduga telah menghamili anak gadisnya, Ri (17).

Ay baru mengetahui anaknya hamil, pada bulan Maret 2016 lalu, ketika Ri bercerita jika dirinya telah berbadan dua dan hubungan terlaran itu dilakukan bersama FN.

Syok mendengar pengakuan anaknya, Ay kemudian menuntut agar FN bertanggungjawab atas perbuatannya. Namun, hingga akhirnya Ri melahirkan, FN tidak juga menunjukkan itikad baiknya.

Data yang dirangkum GoRiau.com dari kepolisian, karena FN tidak juga bersedian untuk bertanggungjawab, Ay akhirnya memilih langkah hukum dan melaporkan kasus tersebut.

"Laporannya sudah kita terima dan kita juga sudah minta keterangan korban. Sementara ini masih dalam penyelidikan," benar Kassubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Letman Z saat dikonfirmasi Sabtu (4/9/2016).

"Jika memang terbukti, FN akan kita proses sesuai hukum yang berlaku, karena melanggar UU Perlindungan Anak Dibawah Umur," tegasnya.***

wwwwww