Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
20 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Bebek Peking Juga Banyak Diternak Warga Aceh Besar

Bebek Peking Juga Banyak Diternak Warga Aceh Besar
Ribuan bebek peking milik Muslim memakan pakan di kandangnya, Gampong Limpok, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (4/9/2016) sore
Minggu, 04 September 2016 18:16 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

JANTHO - Di Kabupaten Aceh Besar, banyak juga warga berprofesi‎ sebagai peternak, di antaranya beternak sapi, kambing, ayam, ikan dan bebek. Muslem (40), salah satu warga Gampong Bakoi, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, sudah lama menekuni ternak bebek peking.

Muslem mengatakan, dirinya sudah beternak bebek pedaging ini sejak lima tahun lalu. Lokasi peternakannya berada di kawasan bantaran sungai Gampong Limpok, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

"Bebek air atau peking di peternakan ini berjumlah 1.500 ekor. Bibitnya kita pelihara dengan 2 tahap. Tujuan agar produksi bebek nantinya pada waktu panen tidak putus," ujarnya kepada GoAceh di sela-sela kegiatannya.

‎Ia menjelaskan, bebek peking ini dipanen setiap tiga bulan sekali. "Dalam 1.500 ekor ini, dipanen dengan tiga tahap. Setiap tahapnya panen rata-rata 500 ekor. Untuk harga bebek dihargai Rp35 ribu per ekor. Setiap panen, nantinya ada mugee (penadah) yang mengambil ke peternakan," jelas Muslem.

Muslem menambahkan, dalam ketiga tahap panen tersebut, dirinya memperoleh omset sebesar Rp30 juta. "Untuk modal awal, kita keluarkan Rp20 juta, itu untuk bibit 1.500 ekor dan pakan serta segala keperluan lainnya," tambah Muslem.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Badminton, Ekonomi
wwwwww