Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
20 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
19 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
21 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Sudah Jual 50 Kilogram ganja dalam 2 Bulan dengan Keuntungan Rp15 Juta, Bandar Narkotika Jaringan Aceh Terancam Hukuman Mati

Sudah Jual 50 Kilogram ganja dalam 2 Bulan dengan Keuntungan Rp15 Juta, Bandar Narkotika Jaringan Aceh Terancam Hukuman Mati
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan R SIK saat ekspos tersangka bandar narkotika jaringan Aceh pemilik 12,5 kilogram ganja, Selasa siang
Selasa, 06 September 2016 12:05 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Lagi-lagi, faktor ekonomi menjadi alasan klasik para pelaku menjalankan bisnis haramnya sebagai bandar dan pengedar narkotika. Seperti halnya pengakuan AP alias Dian (33) pemilik 12,5 kilogram ganja yang ditangkap Polsek Rumbai, Pekanbaru, Riau Senin (5/9/2016) siang kemarin.

"Baru dua bulan jualan untuk menafkahi anak istri, kerja saya serabutan, penghasilan tidak jelas. Barangnya (ganja) pesan langsung dari Aceh, ada yang ngantar langsung ke Pekanbaru pakai bus," aku Dian saat berbincang dengan GoRiau.com di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (6/9/2016) siang.

"Sudah lima kali pesan ke sana (aceh), kadang dikirim 15 kilogram sekali pesan. Modal Rp1,4 juta, dijual Rp1,7 juta, saya ambil untung cuma Rp300 ribu, paling cepat dua minggu sudah habis semua. Yang sekarang ini baru sampai minggu lalu," beber Dian yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh serabutan.

Terpisah, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan R SIK, mengatakan, ganja tersebut dikirim menggunakan bus langsung dari Aceh dan saat masih akan di dalami lagi. Pengakuannya sudah menjual habis 50 kilogram ganja selama dua bulan menjalankan bisnis haramnya dengan keuntungan Rp15 juta.

"Untuk pihak ekspedisi masih akan kita gali lagi, apakah mengetahui atau tidak. Jika memang ada perannya akan kita proses sesuai hasil penyidikan," kata Tonny.

"Kita akan kembangkan cari tersangka lain dan minta peran media untuk mengontrol jalannya penyidikan hingga tuntas ke pengadilan," tegas Kapolresta.

Pelaku dijerat pasal 114 jo 111 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukuman minimal lima tahun, maksimal seumur hidup.***

wwwwww