Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
10 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
10 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Usut Karhutla di Riau, Menteri Siti Nurbaya Gandeng KPK

Usut Karhutla di Riau, Menteri Siti Nurbaya Gandeng KPK
Ilustrasi kebakaran lahan Riau. (istimewa)
Selasa, 06 September 2016 16:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar akan menempuh berbagai langkah hukum untuk menindak tegas perusahaan yang diduga terlibat kasus kebakar( karhutla) di Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Menteri Siti juga mengaku sudah meminta izin Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menindak pihak-pihak yang memicu terjadinya karhutla.

"Perintah bapak Presiden lakukan disiplin, penegakkan hukum dan kalau perlu meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jadi itu akan kita lakukan," kata Siti di Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2016).

Dirinya juga mengkui telah memperoleh sejumlah data dari KPK terkait perusahaan yang selama ini membuka lahan di Sumatera.

"Berdasarkan data dari KPK, di Riau ada ratusan perusahaan yang tidak memiliki izin pembukaan lahan. Angkanya mencapai 475 perusahaan, terdiri dari 152 perusahaan yang memiliki HGU (Hak Guna Usaha), 145 perusahaan yang memiliki IUP (Izin usaha pertambangan), 21 memiliki izin lokasi dan 127 perusahaan yang tidak memiliki izin," jelasnya.

Sementara untuk perusahaan yang ada di daerah Kabupaten Rokan Hulu, kata menteri Siti, jumlahnya mencapai 59 perusahaan.

"22 perusahaan ada HGU, 20 perusahaan punya IUP dan 17 perusahaan tanpa izin," ucapnya.

Dengan demikian katanya, data-data tersebut akan didalami lebih jauh oleh kementeriannya guna mengetahui sejauh mana dugaan keterlibatan para pengusaha dan perusahaan atas kasus karhutla yang terjadi di Rokan Hulu.

"Sekarang kami selesaikan mulai sedikit-sedikit. Kami mempunyai model untuk menyelesaikannya. KLHK akan maju terus untuk menindaklanjuti dan memproses hukum kebakaran di Rokan Hulu ini. Kami tahu bahwa kasus karhutla tahun lalu membuat media marah dan meminta agar pemerintah tidak diam," pungkasnya. (***)

wwwwww