Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
11 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton
Pasca Matinya Gajah Liar di Lokasi HTI Arara Abadi

WWF Riau Sesali Pemilik Lahan Konsesi Kurang Memperhatikan Keberadaan Satwa Liar di Wilayahnya

WWF Riau Sesali Pemilik Lahan Konsesi Kurang Memperhatikan Keberadaan Satwa Liar di Wilayahnya
Beberapa kondisi gajah liar mulai dari sakit hingga mati di wilayah HTI Arara Abadi Distrik 2, Kecamatan Pinggir.
Jum'at, 09 September 2016 15:26 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Matinya Gajah liar di kawasan HTI Arara Abadi Distrik II Duri Jalan Gajah Mada KM 41, Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau mendapat sorotan dari berbagai pihak. Bagaimana tidak, satwa yang harusnya dilindungi itu malah dibiarkan mati sia-sia tanpa di perhatian oleh pemilik lahan konsesi tersebut.

"Kalau sudah mati, lalu pemilik lahan baru tanggap menurunkan alat berat, itu sama saja dengan tidak penting. Harusnya kematian gajah itu bisa dihindari jika memang pemilik lahan konsesi itu benar-benar serius menjaga dan memperhatikan satwa-satwa liar yang ada di wilayahnya," kata Safri, Mahasiswa UR, pemerhati lingkungan kepada GoRiau.com, Jumat (9/9/2016).

Masih masalah yang sama, Humas WWF Riau, Syamsidar saat dikonfirmasi juga mengatakan hal yang tidak jauh berbeda dari Mahasiswa tersebut.

"Pemilik konsesi harus lebih aktif dalam perlindungan satwa langka diantaranya gajah Sumatera, karena menurut monitoring kami 75 persen habitat gajah justru berada di kawasan konsesi. Yang berarti ancaman terhadap mereka juga sangat tinggi karena habitat mereka bukan berada di dalam kawasan konservasi," ujar Samy sapaan sehari-harinya.

Menurut Samy, pemegang konsesi juga harus menerapkan praktik pengelolaan yang lebih baik, diantaranya memperhatikan satwa dan aktif dalam mencegah terjadinya ancaman ataupun kematian terhadap satwa liar yang dilindungi ini.

"Populasi gajah ini grafiknya bisa saja menurun. Saat ini tercatat untuk jumlah gajah yang berada di Giam Siak Kecil tinggal 20 ekor, sedangkan yang di kantong Balai Raja ada sekitar 30-35 ekor," tutupnya.***

Kategori:PON, Badminton
wwwwww