Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
23 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
17 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
16 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
18 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Sibuk Cari Sang Anak, Bapak di Inhil Kaget Temukan Putranya Tergantung Tanpa Sehelai Benangpun di Pohon Kelapa

Sibuk Cari Sang Anak, Bapak di Inhil Kaget Temukan Putranya Tergantung Tanpa Sehelai Benangpun di Pohon Kelapa
Tempat ditemukannya korban, (Foto: Humas Polres Inhil).
Sabtu, 10 September 2016 11:50 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN- Seorang bapak berinisil TU heran tidak melihat anaknya di dalam rumahnya yang berada di Blok J, Dusun Suka Jadi, Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Inhil, Riau, Jumat (9/9/2016) malam.

Ia pun mencari putranya, Yatni itu ke setiap sudut rumahnya. Hingga akhirnya sampailah sang bapak di halaman belakang rumah.

Alangkah kagetnya dia, ketika melihat ke pohon kelapa terlihat anaknya yang berumur 27 tahun itu tergantung dengan tali nilon tanpa menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya.

Tak berpikir lama, ia pun lantas mengambil gergaji dan memotong tali yang mengikat leher anaknya. Setelah itu, ia meletakkan anaknya di tanah, dimana saat itu, anaknya sudah tidak bergerak lagi.

Setelah itu, ia pergi ke depan rumah untuk mencari pertolongan hingga kemudian masyarakat pun datang dan kemudian korban dibawa ke dalam rumah.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter setempat, hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan ditemukan bekas jeratan pada leher korban.

Kepada pihak kepolisian, ayah korban menjelaskan bahwa anaknya itu menderita gangguan jiwa sejak tahun 2009 lalu.

''Dari informasi orangtua korban, korban menderita gangguan jiwa sejak tahun 2009 dan saat ini secara rutin mengkonsumsi obat dari Pustu Rumbai Jaya,'' terang Kapolsek Kempas, Iptu Anuar kepada GoRiau.com, Sabtu (10/9/2016).

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww