Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
15 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
16 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Motif Pembunuhan dengan 11 Tusukan di Dumai Karena Uang Rp100 Ribu, Pelaku Memiliki Senpi Rakitan

Motif Pembunuhan dengan 11 Tusukan di Dumai Karena Uang Rp100 Ribu, Pelaku Memiliki Senpi Rakitan
Kapolres Dumai AKBP Donald H Ginting saat menunjukkan barang bukti pisau yang digunakan pelaku untuk membunuh korban, didampingi Kasat Reskrim AKP Herfio Zaki, Kapolsek Bukit Kapur dan Kasat Sabhara.
Selasa, 13 September 2016 12:13 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Dumai berhasil mengamankan R (38) alias NO pelaku pembunuhan terhadap ibu rumah tangga (IRT) bernama Diana (47) yang ditemukan bersimbah darah dengan 11 tusukan. Pelaku yang diamankan opsnal Polsek Bukit Kapur, Senin (12/9/2016) sekitar pukul 21.00 WIB, dengan motif sakit hati karena uang Rp100.000.

Demikian diceritakan Kapolres Dumai, AKBP Donald H Ginting saat jumpa pers, Selasa (13/9/2016) di Mapolsek Bukit Kapur, bahwa R pernah meminjam uang kepada korban yang berprofesi sebagai rentenir, sebesar Rp2 juta.

"Pelaku meminjam uang Rp2 juta dengan bunga 50 persen. Sehingga pelaku mengembalikan uang dengan total Rp8 juta. Pelaku sendiri sebelum berangkat ke Palembang, menyisakan hutang sebesar Rp100 ribu. Saat kembali ke Dumai dan bertemu dengan korban, uang sisa hutang pelaku ditagih korban," bebernya.

Pelaku memang sudah sakit hati sebelumnya, lanjutnya, karena bunga sebesar 50 persen dan memuncak sakit hati pelaku saat uang Rp100 ribu masih ditagih korban. Pelaku meminjam uang tersebut sejak 4 tahun yang lalu.

"Saat diamankan pelaku baru saja pulang dari Ujung Batu (Kabupaten Rohul) selama 8 hari dalam pelariannya. Pelaku diamankan di rumah orangtuanya yang berjarak 700 meter dari lokasi pembunuhan. Pelaku memang sudah lama mengenal korban," ujarnya.

Saat diamankan pelaku memiliki senjata api (senpi) rakitan dengan peluru kaliber 38, meskipun dalam kondisi tidak ada pelurunya, jelas Kapolres Dumai.

"Dari pengakuan pelaku senpi ini digunakan untuk berjaga-jaga saat bertani dikebun. Senpi pun miliknya yang akan dibeli pelaku, namun belum ada tanda jadi harga senpi tersebut. Senpi ini hanya bisa menggunakan 1 peluru saja," ungkapnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tindak pidana pembunuhan dan ancaman penjara 20 tahun. Diana ditemukan bersimbah darah oleh anak perempuannya Elisabeth, Sabtu pagi (3/9/2016) di warung miliknya Jalan Utama RT02 Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur, Dumai. ***

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww