Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Ini Pesan Polda Aceh, Terkait Anak-Anak Bermain Senjata Mainan

Ini Pesan Polda Aceh, Terkait Anak-Anak Bermain Senjata Mainan
Ilustrasi-- senjata mainan anak-anak [tribunnews.com]
Rabu, 14 September 2016 08:24 WIB
BANDA ACEH - ‎Senjata mainan cenderung disenangi para anak laki-laki. Di Banda Aceh misalnya, masih banyak anak-anak yang memanfaatkan libur lebarannya mengelilingi ibu kota Provinsi Aceh ini, bersama teman dengan menenteng atau sengaja membeli senjata mainan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Menanggapi hal ini, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, melalui Kabid Humas Polda Aceh‎, Kombes Pol Goenawan mengaku, pihaknya cemas dan mengkhawatirkan hal tersebut.

"Sebaiknya, anak-anak diberi permainan yang bernilai edukasi tinggi dan menanamkan kepribadian yang berakhlakul karimah, sesuai sunnah Rasulullah SAW," ujarnya kepada GoAceh, Selasa (13/9/2016) malam.

Menurutnya, senjata mainan yang dimainkan anak-anak tersebut membahayakan. Selain itu, anak-anak yang terbiasa bermain senjata mainan tersebut dapat mengubah karakter dan mengubah prilaku anak kepada kekerasan.

"Kalau sejak kecil bermain dengan alat permainan yang cenderung menjurus kepada potensi kekerasan, maka dikhawatirkan membangun jiwa konflik kekerasan pada karakter anak," jelasnya.

Ia berharap, para orangtua lebih bijak dan berperan aktif dalam menangani hal seperti ini. "Pihak kepolisian selaku penegak hukum yang menjaga keamanan dan ketenteraman‎, hanya dapat mengimbau masyarakat, khususnya orang tua serta mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan. Selebihnya, tergantung peran aktif orang tua terhadap anak-anaknya," katanya.

Kombes Pol Goenawan juga mengimbau para pedagang senjata mainan, agar lebih bijaksana dalam mengambil sikap dan keputusan dalam berdagang. "Para pedagang sebenarnya masih bisa berbisnis mainan humanis dan peluang usaha lainnya, dibandingkan berbisnis senjata mainan tersebut. Hal ini berdampak negatif bagi diri sendiri dan masyarakat pada umumnya," tambah Kombes Pol Goenawan.

wwwwww