Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
17 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
14 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Honor Pendamping Desa Macet, DPD RI Fachrulrazi: Kemendes Harus Cari Solusi

Honor Pendamping Desa Macet, DPD RI Fachrulrazi: Kemendes Harus Cari Solusi
Ilustrasi
Sabtu, 17 September 2016 07:01 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON - Wakil Ketua Komite I, DPD RI asal Provinsi Aceh Fachrurrazi mendesak Kementerian Desa (Kemendes) agar segera membahas masalah honorarium pendamping desa yang sejak tiga bulan terakhir belum direalisasikan.

"Kemendes harus segera mencairkan gaji pendamping dan tenaga ahli desa untuk memaksimalnya seluruh program berjalan sesuai dengan perencanaan. Jangan nanti programnya gagal pendamping dan tenaga ahli yang disalahkan," kata Fachrulrazi kepada GoAceh, Jumat (16/9/2016).

Persoalan tersebut, kata dia, pernah dipertanyakan dalam rapat kerja Komite I DPD RI dengan Menteri Desa di Jakarta pada Selasa (13/9/2016) lalu.

"Dalam rapat itu, kita sampaikan bahwa ada 21 ribu pendamping desa dan tenaga ahli yang sudah tiga bulan terakhir terhitung sejak Juni hingga Agustus belum menerima honorarium mereka," ujar mantan Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh (PA) itu.

Menurutnya, Kemendes selaku peminjam uang ke World Bank hingga saat ini belum merampungkan persyaratan administrasi untuk meminjam uang ke World Bank, sehingga anggaran untuk pendamping desa dan tenaga ahli terpaksa ditunda oleh World Bank.

"Saya meminta Kemendes untuk segera membahas masalah ini dengan seluruh stakeholder yaitu Kemenkeu, Kemendagri, Bappenas dan BPKP," harapnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Voli, Badminton
wwwwww