Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
23 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
4
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Sepakbola
23 jam yang lalu
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
5
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Kadisdikpora Solok: Hindari Calistung Pada PAUD

Kadisdikpora Solok: Hindari Calistung Pada PAUD
Ilustrasi kegiatan di PAUD
Minggu, 18 September 2016 10:53 WIB
Penulis: Dafrizal

SOLOK - Calistung (baca tulis hitung) tidak diperbolehkan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD). Idealnya pada usia PAUD hanya dikenalkan huruf dan angka tanpa harus dipaksa membaca dan berhitung. Demikian dijelaskan Kadisdikpora Kab.  Solok diwakili  Kabid PNF, Zainal Jusmar,  S. Pd, MM, MSi dalam pertemuan dengan guru PAUD, Penilik dan TFM di Arosuka, Kamis, (15/09). Pertemuan ini dihadiri oleh 78 orang. 

Zainal mengatakan, pada anak usia dini yang notabene berada pada periode emas tumbuh kembang, penting dikenalkan pada keaksaraan. Karena pada periode emas tersebut otak akan paling banyak menyerap apa yang dilihat dan didengar oleh anak.

"Mengenalkan keaksaraan pada anak adalah dengan mengenalkan aksara yang berhubungan dengan dirinya sendiri terlebih dahulu," ujar Zainal. Anak perlu dikenalkan cara menyebut nama sendiri, nama orangtua, saudara dan teman-temannya.

Seharusnya, jelas Zainal, para guru menyampaikan kepada orangtua bahwa anak usia PAUD tidak seharusnya dibebankan membaca dan berhitung. Membaca dan berhitung seharusnya dimulai pada jenjang SD.

PAUD identik dengan stimulasi, dan stimulasi itu identik dengan bermain. Sehingga apa pun kegiatan yang dilakukan dalam PAUD, kontennya haruslah bermain.

"Pembelajaran pendidikan yang diberikan di PAUD seharusnya hanya sebatas menanamkan nilai dasar, konsep dasar dan ketrampilan dasar untuk mempersiapkan anak-anak masuk taman kanak-kanak," ujar Zainal. (***)

Editor:W Leto Tapays
Kategori:Umum, Badminton
wwwwww