Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
23 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

BPJS Kesehatan Imbau RS Provider Miliki Sistem Informasi

BPJS Kesehatan Imbau RS Provider Miliki Sistem Informasi
Ilustrasi
Senin, 19 September 2016 21:10 WIB
Penulis: Fatih Al Rizki
MEDAN - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengimbau agar rumah sakit provider memiliki sistem informasi, khususnya ketersediaan ruang perawatan.

Namun sejauh ini, jelas Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Medan, Sudarto. Dari sejumlah rumah sakit yang ada di Medan dan sekitarnya, baru sekitar 10% saja yang sudah memiliki sistem informasi ini.

Untuk itu, Sudarto berharap, pada akhir 2016 ini seluruh rumah sakit yang ada di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Medan sudah memiliki sistem informasi tersebut agar pasien masuk dapat mengetahui ketersediaan ruang perawatan.

"Selama ini pasien tidak tahu apakah ruangan tersedia atau tidak. Jadi kalau sudah ada sistem informasi ini, pasien bisa tahu dan langsung dirujuk ke rumah sakit lain yang setara apabila (rumah sakit yang dituju), memang penuh," jelas Sudarto, Senin (19/9/2016).

Dengan ketersediaan sistem informasi ini, sambung Sudarto, apabila rumah sakit menyatakan ruangan rawat penuh, peserta bisa meminta pihak rumah sakit atau petugas BPJS Kesehatan, untuk segera dirujuk. Karenanya, petugas tersebut yang akan mencarikan rumah sakit rujukan lainnya.

"Kalau ditolak, tidak boleh. Kecuali dokter yang menyatakan pasien memang tidak perlu dilakukan rawat inap," pungkasnya.

Editor:Arif
Kategori:Badminton, PON
wwwwww