Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Beladiri

Mengejutkan! Selain Menjajakan ABG, Mucikari Edo Juga Layani 'Permintaan' Sesama Jenis

Mengejutkan! Selain Menjajakan ABG, Mucikari Edo Juga Layani Permintaan Sesama Jenis
Tiga mucikari online usai ditangkap jajaran Subdit III Dit Reskrimum Polda Riau (Foto: Chairul Hadi)
Rabu, 21 September 2016 15:02 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Tiga orang mucikari berinisial RT alias Edo, DD alias Odi dan Nr (wanita, red) terpaksa digelandang ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Mereka diduga menjajakan ABG di bawah umur via online kepada lelaki hidung belang.

Hasil penyidikan polisi, sindikat bisnis prostitusi online tersebut diotaki Edo, dan sudah berjalan enam bulan. Mengejutkannya, Edo tidak cuma melayani pemesanan wanita, melainkan juga sesama jenis alias gay. Itu dibenarkan kepolisian, Rabu (21/9/2016) siang.

"RT alias Edo ini mengaku juga melayani hubungan sesama jenis yang dia lakukan sendiri. Apakah ini dibayar atau tidak masih kita dalami," jawab Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Surawan di ruang gelar perkara.

"Dia sendiri yang melayani. Untuk dugaan apakah ada komunitas (Gay, red) ini masih kita proses dan selidiki," jawabnya kepada GoRiau.com (GoNews Group).

Ketiganya diakui Surawan merupakan satu sindikat bisnis prostitusi online. Masing-masing mereka punya tarif berbeda kepada pelanggan yang memesan ABG untuk diajak kencan dan berhubungan intim.

"Ya, di hotel biasanya. Yang menentukan tempatnya si pelanggan. Nanti uangnya dibayar tunai ke wanita (ABG, red). Nanti baru disetor ke mereka (mucikari, red). Kita masih dalami lagi, berapa orang 'anak asuh' mucikari tersebut," bebernya.

Atas perbuatannya, Edo, Odi dan Nr terancam dijerat Pasal 76 Huruf (i), dengan ketentuan pidana Pasal 88 UU No 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Junto Pasal 296 dan atau 506 KUHPidana. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww