Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
13 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
20 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Hanya 1 Bulan Belajar Via Youtube, Dokter Gigi Gadungan Pasang Tarif Rp7 juta Sekali Praktik

Hanya 1 Bulan Belajar Via <i>Youtube</i>, Dokter Gigi Gadungan Pasang Tarif Rp7 juta Sekali Praktik
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan R SIK didamping Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto SH SIK saat ekspos dokter gigi gadungan di Mapolresta Pekanbaru, Kamis siang (Foto: Dokumen GoRiau.com)
Kamis, 22 September 2016 12:23 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Dua tahun jalani bisnis spesialis ortodontis, dokter gigi gadungan, RB alias Roby (23) mengaku belajar pasang behel dari media youtube.

"Satu bulan belajar dari youtube, modal awalnya Rp1 juta. Beli peralatannya satu-satu, ada toko perlengkapan behel di Pekanbaru," kata Roby saat berbincang dengan GoRiau.com di Maporlesta Pekanbaru, Kamis (21/9/2016) pagi.

"Rata-rata yang datang abg (anak baru gede), pelajar SMP, SMA dan mahasiswa. Tapi mereka belumada yang komplain," sambungnya.

Terpisah, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan R SIK, mengatakan, dalam sekali praktik, Roby memasang tarif mulai dari Rp200 ribu sampai Rp7 juta.

"Kita masih akan melakukan penyidikan mendalam terhadap pelaku dan juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru untuk mencari tahu, praktik dokter ilegal lainnya," tutur Tonny.

"Untuk Proses hukum, Roby dijerat pasal 77 jo 73 ayat 1 dan atau pasal 73 ayat 2 UU No 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran, ancaman maksimal lima tahun penjara," tegas Kapolresta.***

wwwwww