Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Jawa Barat
PON XIX Jawa Barat 2016

Maxi Nahak Gagal Ikuti Jejak Chris Jhon di Wushu

Maxi Nahak Gagal Ikuti Jejak Chris Jhon di Wushu
Maxi Nahak dengan pelatihnya. (Azhari/GoNews)
Kamis, 22 September 2016 10:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Ada yang menarik pada cabang olahraga wushu PON XIX Jawa Barat 2016. Dari daftar peserta ternyata ada nama juara tinju profesional kelas menengah (72kg) versi WBA Asia, Maxi Nahak yang memperkuat Tim Wushu Banten.

Ditemui di sela-sela acara final wushu yang berlangsung di GOR Padjajaran Bandung, Rabu (21/9/2016) malam, Maxi bersama pelatihnya Jufren Saragih mengaku tampil membela Banten. Hanya saja, dia tidak bisa memberikan yang terbaik seperti halnya mantan juara dunia WBA, Chris Jhon yang pernah sukses meraih emas dari cabang wushu pada SEA Games Kuala Lumpur 2001.

"Saya sudah tampil maksimal tetapi kalah di babak penyisihan. Tadinya, saya sempat memyamakan skor 1-1 tapi saya kecolongan di ronde terakhir," katanya.

Usai tampil di PON XIX Jawa Barat, pria kelahiran Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), 5 Februari 1986 akan mempersiapkan diri menghadapi pertarungan perdana mempertahankan gelar dalam rangka memperingati HUT Kupang di Kupang, NTT, 20 Desember 2016.

"Rencananya saya akan dipertemukan dengan petinju Australia. Tapi, saya belum mengetahui namanya dari promotor," ujarnya.

Maxi merebut gelar juara tinju profeaional verai WBA Asia setelah meraih kemenangan KO ronde ketiga atas petinju tuan rumah Korsel, Eung Chang Lee di Korsel, 17 Juli 2016. (*/dnl)

wwwwww