Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
16 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Riau

Tidak Takut Virus MERS, Jamaah Haji Riau Nekat Minum Kencing Unta

Tidak Takut Virus MERS, Jamaah Haji Riau Nekat Minum Kencing Unta
Ilustrasi.
Jum'at, 23 September 2016 11:54 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Merebaknya virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus), membuat pemerintah melalui instansi kesehatan mengeluarkan peringatan dilarang meminum urine unta yang dikhawatirkan bisa menyebarkan virus tersebut. Nyatanya, peringatan itu tidak diindahkan oleh salah seorang jamaah haji asal Provinsi Riau yang nekat minum air kencing hewan khas gurun pasir tersebut.

"Ada informasi dari TKHI (Tenaga Kerja Haji Indonesia), katanya ada satu jamaah haji yang sempat minum kencing unta. Tentunya bahaya, ini perlu kita sosialisaikan lagi," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Andra Sjafril kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (23/9/2016).

Sementara itu, jamaah haji yang pulang dari tanah suci diingatkan kembali untuk menyimpan Buku Kesehatan jamaah Haji (BKJH) yang berisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) dan diminta mengembalikannya kepada petugas Puskesmas dalam waktu 14 hari.

"Sepulang haji, mereka kami pantau sampai dua minggu sesuai masa inkubasi virus. Kami juga mengimbau supaya K3JH dikembalikan ke petugas Puskesmas setelah dua minggu," tegas Andra. ***

Kategori:Riau, Voli
wwwwww