Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa

Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Owner dari klub Halus Futsal, H. Tirta Lunggana. (Ist)
Kamis, 29 Oktober 2026 23:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Keluhan mendalam dan kritik tajam disampaikan oleh pemilik klub futsal profesional terhadap tata kelola Federasi Futsal di Indonesia. Meskipun restrukturisasi organisasi dan perubahan nama menjadi Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) telah disahkan dalam Kongres, tata kelola kompetisi maupun organisasi dinilai masih jauh dari harapan para pemilik klub.

Musim lalu subsidi telat parah hingga terlaksananya Super Cup dan PFL 1 dan 2 Subsidi kembali tidak ada kejelasan. H. Tirta Lunggana, selaku Owner dari klub Halus Futsal (klub futsal profesional asal Jakarta), mengungkapkan kekecewaannya atas berbagai permasalahan klasik yang terus berulang tanpa ada penyelesaian yang konkret dari pihak federasi.

"Kami selaku pemilik klub sangat kecewa. Permasalahan klasik kembali terulang, salah satunya adalah hak subsidi klub yang sejak pekan pertama liga dimulai hingga saat ini tak kunjung direalisasikan. Kami diminta menaati seluruh aturan federasi, namun hak kami sebagai peserta justru dipandang sebelah mata dan hanya diberi janji-janji belaka," tegas H. Tirta Lunggana dalam siaran persnya yang diterima Kamis (29/10/2026).

Menurut Tirta Lunggana, ada tiga poin utama yang menjadi sorotan pemilik klub. Pertama, Penunggakan Subsidi Klub: Pihak federasi hingga saat ini belum membagikan subsidi yang menjadi hak klub peserta sejak bergulirnya kompetisi dari pekan pertama.

Kedua, Penurunan Kualitas & Regulasi Kompetisi: Adanya kejanggalan dalam regulasi pertandingan serta berkurangnya jumlah klub peserta liga. Hal ini mengindikasikan kurangnya perhatian federasi serta dinilai melanggar amanah hasil Kongres Futsal sebelumnya.

Ketiga, Ironi Tagline "Futsal Satu Keluarga": Tagline kebanggaan federasi dinilai berbanding terbalik dengan realita di lapangan, di mana hubungan federasi dan pemilik klub terkesan satu arah—klub dituntut kewajiban, namun haknya diabaikan.

Mendorong Intervensi dan Audiensi Bersama PSSI

Tirta menegaskan bahwa capaian dan prestasi futsal Indonesia selama ini tidak terlepas dari perhatian serta bantuan anggaran dari PSSI. Oleh karena itu, para pemilik klub berharap Induk Organisasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) dapat mengambil langkah tegas untuk turun tangan membenahi manajerial federasi futsal.

"Prestasi futsal yang telah ditorehkan selama ini tak lepas dari kepedulian dan bantuan PSSI. Demi keberlangsungan futsal nasional dan para pencintanya di tanah air, kami berharap PSSI bersama para pemilik klub bisa duduk bersama membahas situasi kritis ini," tambahnya.

Tirta menutup pernyataannya dengan memberikan ultimatum atas masa depan ekosistem futsal di Indonesia: "Pilihannya hanya dua: Berbenah hari ini, atau sejarah futsal Indonesia akan berhenti dan tidak ada lagi keberlangsungan bagi kompetisi nasional." ***

wwwwww