Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
16 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
20 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
17 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Waspadai ABG 'Menyusup' ke Dunia Malam, LPA Riau Bakal Bentuk Satgas 24 Jam

Waspadai ABG Menyusup ke Dunia Malam, LPA Riau Bakal Bentuk Satgas 24 Jam
Anak di bawah umur kedapatan 'menyusup' ke tempat hiburan malam di Pekanbaru (Foto: GoRiau.com/GoNews Group)
Sabtu, 24 September 2016 10:12 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau menyebutkan, salah satu penyebab munculnya prostitusi, khususnya yang melibatkan anak di bawah umur alias ABG, lantaran kian bebasnya akses ke tempat-tempat semisal hiburan malam.

Bahkan itu sudah jadi tren baru dikalangan anak muda, terutama di Kota Pekanbaru, Riau. "Kalau nggak ke club (malam, red) ya nggak gaul lah. Begitu istilah mereka kira-kira," ucap Ketua LPA Riau Bidang Pemenuhan Hak Anak, Nanda GoRiau.com (GoNews Group).

Untuk itu, LPA Riau berencana akan membicarakan soal ini ke Pemerintah Kota Pekanbaru, terutama terkait Perda (peraturan daerah) tempat hiburan malam. "Nanti akan coba kita ulas dengan Pemko (Pekanbaru, red), seperti apa Perdanya, apa yang perlu ditambahkan," katanya.

Mengantisipasi 'berkeliarannya' anak di bawah umur di tempat seperti itu, pihaknya berencana memaksimalkan Satgas yang sudah dibentuk, agar aktif 24 jam. "Kita koordinasikan bersama Pemko dan Dinas Sosial. Jadi bisa diawasi, terutama malam," beber Nanda.

Selain itu, pengawasan orangtua juga sangat menentukan, agar anak-anak tidak terjerumus ke gemerlap dunia malam, yang dikhawatirkan dapat 'menyeret' mereka ke masalah lainnya, seperti pergaulan bebas hingga narkoba.

Kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur jadi perhatian LPA Riau setelah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda meringkus tiga orang mucikari berinisial RT alias Edo, DD alias Odi dan wanita berinisial Nr. Mereka diduga menjual ABG ke lelaki hidung belang via online melalui Medsos.

"Salah satu yang sulit dalam pengungkapan (kasus), karena si korban anak-anak tersebut tidak merasa jadi korban. Mereka dapat uang dan lainnya. Padahal keuntungannya tidak sebanding," sesal Nanda saat mendampingi Kepala LPA Riau, Ester di Mapolda, kemarin. ***

wwwwww