Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
11 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
15 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
13 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
11 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  Riau

Komoditi Cabai Merah dan Hijau Sebabkan Riau Inflasi Mencapai 0,81 Persen

Komoditi Cabai Merah dan Hijau Sebabkan Riau Inflasi Mencapai 0,81 Persen
Kepala BPS Provinsi Riau, Aden Gultom. (Foto: Ratna SD)
Senin, 03 Oktober 2016 16:00 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Provinsi Riau mengalami inflasi mencapai 0,81 persen pada bulan September 2016. Ini disebabkan naiknya komoditas pengeluaran antara lain cabai merah, cabai hijau, pulsa ponsel, dan minyak goreng.

"Cabai merah menyumbang inflasi 0,55 persen, ditambah cabai hijau sebesar 0,04 persen. Dengan demikian inflasi tahun kalender periode Januari-September 2016 mencapai 1,99 persen." ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Senin (3/10/2016).

Sementara itu, komoditas yang menahan inflasi diantaranya daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, gula pasir, bayam, apel, kangkung, ayam hidup dan jengkol.

"Penurunan harga malah cenderung terjadi pada kelompok pendidikan dan kelompok sandang. Namun sebagian bahan pokok makanan seperti daging ayam ras dan telurnya ikut menyumbang deflasi," tutupnya. ***

Kategori:Ekonomi, Riau

wwwwww