Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
23 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
3
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Riau

Seorang Siswanya Terbukti Bersalah dan Terancam 15 Tahun Penjara, SMP Zamrad 'Bungkam'

Seorang Siswanya Terbukti Bersalah dan Terancam 15 Tahun Penjara, SMP Zamrad Bungkam
Jenazah almarhum DO terbujur kaku di IGD RSUD Arifin Achmad, usai berduel dengan siswa SMP Zamrad, Pd, Jumat silam (foto: dokumen goriau.com/gonews group)
Senin, 03 Oktober 2016 20:38 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Setelah siswanya, Pd (14) terbukti melanggar pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman 15 tahun penjara. Pihak SMP Zamrad justru enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi GoRiau.com (GoNews Grup) Senin (3/10/2016) siang.

Bahkan, Kepala Sekolah SMP Zamrad, Syamsul Amil menghindar saat berusaha dikonfirmasi awak media terkait salah seorang siswanya yang terjerat kasus hukum. "Saya sibuk, ada perlu. Saya buru-buru ini," jawabnya ketus menghindari wartawan.

Tidak hanya Kepala Sekolah, seorang guru yang merupakan Wali kelas pelaku juga tidak bersedia memberi keterangan dan mengacuhkan awak media yang ingin meminta klarifikasi. "Kami lagi sibuk semua," ujar guru tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, GoRiau.com (GoNews Grup) belum mendapat konfirmasi resmi dari SMP Zamrad, terkait status Pd, apakah masih terdaftar sebagai siswa kelas VII SMP Zamrad atau tidak.

Sebelumnya, seorang siswa SMP Bukit Raya, DO (16) ditemukan tidak bernyawa di sebuah lapangan, jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Jumat (30/9/2016) siang, pukul 11.00 WIB.

Siswa kelas IX itu diduga tewas setelah terlibat perkelahian dengan Pd (14), siswa kelas VII SMP Zamrad. Belum diketahui motif sebenarnya, namun diduga pelaku tersinggung karena merasa ditantang korban.***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww