Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Riau

Terancam 15 Tahun Penjara dan Tidak Bisa Diversi, Pelaku Pemukulan Siswa SMP Bukit Raya Dititipkan ke Lapas Anak

Terancam 15 Tahun Penjara dan Tidak Bisa Diversi, Pelaku Pemukulan Siswa SMP Bukit Raya Dititipkan ke Lapas Anak
Beberapa siswa kelas IX C SMP Bukit Raya menunjukkan bangku yang biasa digunakan almarhum DO, (foto: barkah/goriau.com)
Senin, 03 Oktober 2016 19:50 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Kasus penganiayaan berat, hingga mengakibatkan DO (16) seorang siswa SMP Bukit Raya tewas masih terus berlanjut. Bahkan, pelaku Pd (14) terpaksa harus menjalani hukuman, meski masih dibawah umur.

Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya, Ipda Sulaeman Daulay, menuturkan, hari ini, Senin (3/10/2016) pelaku dititipkan ke Lapas Anak Klas II B Pekanbaru, karena terbukti melanggar pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancamannya 15 tahun penjara, jadi tidak bisa kita lakukan diversi meski dibawah umur. Diversi bisa dilakukan jika ancaman hukuman dibawah lima tahun penjara," terang Sulaeman saat berbincang dengan GoRiau.com (GoNews Grup) di ruang kerjanya, Senin sore.

Mengenai penyebab pasti kematian korban, Kanit mengatakan, jika saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi korban. "Kita masih tunggu hasil autopsinya, kemungkinan besok (Selasa) baru keluar hasilnya," tukasnya.

Sebelumnya, seorang siswa SMP Bukit Raya, DO (16) ditemukan tidak bernyawa di sebuah lapangan, jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Jumat (30/9/2016) siang, pukul 11.00 WIB.

Siswa kelas IX itu diduga tewas setelah terlibat perkelahian dengan Pd (14), siswa kelas VII SMP Zamrad. Belum diketahui motif sebenarnya, namun diduga pelaku tersinggung karena merasa ditantang korban.***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww