Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
11 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
10 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
9 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
13 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Riau
Perburuan Gembong Narkoba Kampung Dalam

Satu Lagi Gembong Narkoba Kampung Dalam Masuk Daftar Pencarian Orang, Polisi Usut Dugaan TPPU

Satu Lagi Gembong Narkoba Kampung Dalam Masuk Daftar Pencarian Orang, Polisi Usut Dugaan TPPU
Beberapa barang bukti yang disita Polisi saat penangkapan dua kaki tangan gembong narkoba AH dan LH, (foto: dokumen goriau.com/gonews group)
Senin, 10 Oktober 2016 18:50 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Usai meringkus dua kaki tangan gembong narkoba Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Riau, LH (24) dan AH (20), Jumat (7/10/2016) lalu. Akhirnya, Polisi menetapkan seorang wanita berinisial Um sebagai DPO.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Deddy Herman menuturkan, dari hasil pemeriksaan kedua tersangka. Um diduga sebagai gembongnya yang kini dalam pengejaran.

"Selain WL yang saat ini dalam pengejaran, Um juga termasuk salah satu gembong narkoba di Kampung Dalam dan diduga sebagai boss kedua tersangka AH dan LH," kata Deddy, Senin (10/10/2016) siang.

"Bahkan, pengakuan kedua tersangka, dalam sehari mereka mampu meraup untung hingga Rp300 juta hanya dari bisnis penjualan sabu ini," sambungnya.

Kasat menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan dan pengembangan terhadap kedua tersangka AH dan LH yang dijerat dengan pasal 112 jo 114 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman minimal lima tahun, maksimal 20 tahun penjara.

"Sedangkan barang bukti uang Rp10 juta yang diamankan dari tangan kedua tersangka dan uang Rp74,1 juta yang diamankan dari rumah Um akan kita koordinasikan dengan Satreskrim Polresta Pekanbaru untuk mengaitkannya dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU)," terang Kasat.***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww