Home > Berita > Umum
Indahnya Berbagi

Miris.., Sejak Tahun 1986, Masjid Nurul Ihsan di Flores NTT Belum Direnovasi, Yuk Bantu Donasi di Kitabisa.com

Miris.., Sejak Tahun 1986, Masjid Nurul Ihsan di Flores NTT Belum Direnovasi, Yuk Bantu Donasi di Kitabisa.com
Kondisi Masjid Nurul Ihsan. (foto Yasir untuk GoNews Group)
Minggu, 16 Oktober 2016 13:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
FLORES - Salah satu tempat ibadah umat muslim di Desa Horinara Kecamatan Klubagolit, Kabupten Flores Timur, Nusa Tenggara Barat, yakni Masjid Nurul Ihsan, kondisinya sangat memprihatinkan.

Masjid yang didirikan pada tahun 1958 ini, sudah terlihat tua dan bangunan yang mengalami kerusakan. Otomatis tempat ibadah ini sudah tidak lagi nyaman bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah disana.

Masjid ini didirikan dengan cara swadaya masyarakat dan mendapat bantuan renovasi pada tahun 1986, hingga saat ini belum ada renovasi susulan. Hal itu diungkapkan salah satu warga Desa Horinara, Yasir Nene Ama yang juga salah satu wartawan televisi nasional.

"Masjid ini dibangun pada tahun 1958 secara swadaya oleh warga muslim di Desa Horinara. Terkahir kali mendapat sentuhan renovasi pada tahun 1986, hampir 30 tahun yang lalu, bahkan sebelum saya lahir ke dunia ini," ucap Yasir, Minggu (16/10/2016).

Kondisi Masjid Nurul Ihsan ini kata dia, saat ini cukup membuat hati siapa pun yang melihatnya sedih. Atap Masjid sudah hampir roboh, dinding sudah banyak yang rusak dan yang mirisnya lagi tak memiliki tempat wudhu yang memadai.

"Untuk mengambil air wudhu masyarakat terpaksa menggunakan air dari rumah masing-masing yang bahkan jarak terjauh nya mencapai 2 Kilometer atau 15-20 menit jalan kaki," tukasnya.

Masjid Nurul Ihsan yang berada di daerah terpencil yakni Desa Horinara, adalah salah satu kampung yang dihuni umat muslim ditengah mayoritas penduduk non muslim di kabupaten tersebut.

Dari ibukota kabupaten Folres Timur yakni Larantuka, untuk menuju desa tersebut harus dijangkau dengan menggunakan kapal motor selama 1,5 jam menuju Pulau Adonara. Belum selesai sampai disitu, dari Waiwerang (kota pelabuhan di Pulau Adonara) harus menempuh perjalanan darat lagi selama 45 menit - 1 jam. Ini merupakan perjalanan yang tidak mudah dan murah untuk mencapai desa kami.

"Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, umat muslim di wilayah desa kami, merupakan kaum minoritas. Sehingga fungsi Masijd tak hanya sebagai rumah ibadah. Lebih dari itu Masjid Nurul Ihsan, merupakan pusat syiar Islam yang sangat vital. Baik bagi pelaksanaan salat wajib, salat jumat, hingga salat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), pengajian kaum ibu dan bapak, khitanan, hingga tempat belajar agama bagi anak-anak. Saat ini terdapat sekitar 700 umat muslim yang berada di wilayah Desa Horinara yang bergantung secara rohaniah dengan masjid yang hanya mempunyai kapasitas 200 orang ini," ujarnya.

Untuk itu, dirinya bermaksud meminta bantuan dan uluran tangan dari kaum muslim di seluruh Indonesia, untuk membantu merehab dan renovasi masjid tersebut melalui situs Kitabisa.com.

"Besar harapan saya agar kampanye melalui situs ini, dapat membawa angin penyejuk berupa bantuan secara materil dan doa. Sehingga sebagai putra daerah, saya bisa membawa kabar baik untuk merealisasikan masjid yang aman dan nyaman untuk beribadah. Saya berharap bantuan seluruh umat muslim untuk merenovasi masjid ini," tukasnya lagi.

Bagi anda yang terketuk hatinya untuk membantu saudara kita di NTT bisa langsung menghubungi saudara Yasir Nene Ama dengan nomor 081294669910, dan bisa mendonasikan bantuan ke rekening BCA: 2291809326

Guna melihat jumlah donasi atau mengirimkan donasi, anda juga bisa langsung mengakses https://m.kitabisa.com/banturenovmasjid1986?ref=25417&utm_source=direct&utm_medium=usershare&utm_campaign=userreff .***


wwwwww