Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
16 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
19 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
16 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  PON
Sergap Kapal Penyeludup

5 Petugas Bea Cukai Terluka Diserang Bom Molotov

5 Petugas Bea Cukai Terluka Diserang Bom Molotov
Kapal Bea dan Cukai Sumut saat menyergap kapal penyelundup di perairan Kuala Asahan. (Ilustrasi/google.com)
Senin, 17 Oktober 2016 10:31 WIB
Penulis: Abyan
MEDAN - Lima petugas Bea dan Cukai Sumatera Utara mengalami luka luka saat menyergap kapal penyeludup bermuatan bawang merah. Saat disergap, petugas diserang dengan petasan dan bom molotov di perairan Kuala Asahan, Sumut.

"Saat disergap, mereka menyerang petugas kita. Kapal penyelundup tersebut dikawal oleh satu kapal lain dengan massa sebanyak lima puluh orang," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung, Fuad Fauzi, Minggu (16/10/2016?).

Massa yang ada di kapal penyelundup itu melempari petugas Bea dan Cukai dengan petasan, bom molotov, obor, potongan besi dan batu. Akibatnya, lima orang petugas Bea dan Cukai mengalami luka-luka.

Fuad menjelaskan, peristiwa ini berawal ketika 14 petugas Bea dan Cukai melakukan patroli laut rutin di seputaran perairan Kuala Asahan pada Sabtu (15/10/2016) sekitar pukul 23:30. Dalam patroli itu, petugas melihat ada kapal tanpa nama yang mencurigakan. "Melihat ada kapal yang mencurigakan, selanjutnya petugas kita mendekati kapal tersebut," terang Fuad.

Namun, massa tidak mengindahkan imbauan tersebut dan terus menyerang petugas. Akhirnya petugas melakukan tembakan peringatan dan membuat massa yang menyerang kabur.

Setelah hampir dua jam lamanya, akhirnya petugas dapat mengamankan kapal penyelundup bermuatan bawang tersebut. Sedangkan, kapal yang membawa massa yang melakukan penyerangan berhasil kabur dari kejaran petugas. Bahkan, sebagian dari massa itu ada juga yang melompat ke laut kemudian kabur ke hutan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kasi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung M Firdaus mengatakan, bawang merah dalam muatan kapal tersebut diketahui berasal dari Malaysia. Beratnya ditaksir mencapat 15 ton.

"Dalam peristiwa itu, ada dua orang yang kita amankan. Mereka adalah pelangsir bawang. Keduanya ini sempat melompat ke laut dan akhirnya kita selamatkan dan kita tangkap. Sementara, petugas kita mengalami luka di bagian kepala, bahu dan kaki," jelas Firdaus.

Atas kejadian ini, dua kapal patroli milik Bea dan Cukai mengalami kerusakan di bagian lambung dan kaca sebelah kanan pecah. "Saat ini, kapal bermuatan bawang tersebut sedang ditarik ke pelabuhan Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut," tutup Firdaus.

Editor:Arif
Kategori:Olympic, PON
wwwwww