Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
8 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
9 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
9 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  PON

Trotoar di Depan STIPAP Kerap Dijadikan Lapak Berjualan

Trotoar di Depan STIPAP Kerap Dijadikan Lapak Berjualan
Trotoar menjadi ajang pedagang menggelar dagangannya. (GoSumut/Bambang Edi Susilo)
Senin, 17 Oktober 2016 20:12 WIB
Penulis: Bambang Edi Susilo
MEDAN - Saat ini trotoar tidak hanya berfungsi sebagai tempat pejalan kaki, namun juga digunakan sebagian orang sebagai lapak berjualan. Hal ini terpantau banyaknya pedagang menggelar dagangan di trotoar.

“Iya Bang, jualan di sini (trotoar, red) gak perlu bayar, Bang. Lumayan ramai pembelinya,” ungkap Rustini salah seorang pedagang es di salah satu trotoar Jalan Williem Iskandar di depan STIPAP Medan, Senin (17/10/2016).

Ia menambahkan, kalau berjualan di rumah sedikit yang beli. Karena tempatnya tidak strategis. Makanya, Rustini mendapatkan lokasi yang ramai orang di daerah dekat kampus. “Kalau berjualan di rumah, ya bakal gak laku jualanku, Bang. Rumahku masuk-masuk gang,” katanya yang sudah berjualan lebih dari tiga tahun di lokasi tersebut.

Salah seorang pengendara yang enggan menyebutkan identitasnya merasa terganggu dengan adanya pedagang yang berjualan di trotoar. Karena terkadang berjualan hingga menggunakan badan jalan. Tentunya dapat mengganggu para pejalan kaki.

“Sebenarnya kasihan juga lihat mereka cari rezeki, Bang. Tapi kalau bisa ya jangan sampai mengganggu arus lalu lintas dengan menggunakan badan jalan dan trotoar sebagai lapak berjualan. Karena kan bisa merusak keindahan tata kota," keluhnya.

Ia pun berharap adanya sidak yang dilakukan instansi terkait agar fungsi trotoar dapat kembali menjadi sebagai tempatnya pejalan kaki.

Editor:Arif
Kategori:Olympic, PON
wwwwww