Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
14 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
9 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Miris, Warga Blangkejeren Nyebrang Sungai Bergantung di Tali

Miris, Warga Blangkejeren Nyebrang Sungai Bergantung di Tali
Dua perempuan menyebrang sungai di Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues menggunakan tali, Minggu (16/10/2016)
Selasa, 18 Oktober 2016 12:02 WIB
Penulis: Kamal Usandi
BLANGKEJEREN – Sangat miris memang, akibat jembatan tak kunjung dibangun, warga Gampong Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terpaksa bergantung di tali saat menyebrang sungai.

Salah seorang warga Kecamatan Blangkejeren, Adam kepada GoAceh, Selasa (18/10/2016) mengatakan, dia merupakan pekebun di sana. Hampir setiap hari dia ke kebun bersama keluarganya, dan terpaksa melintasi sungai tersebut dengan menggunakan tali, karena tidak ada jembatan.

"Paling tertantang ketika debit air sungai banyak, maka arus sungai pun menjadi deras, di sini lah pertaruhan untuk mencapai pinggir sungai dengan lebar sekitar 50 meter itu paling berdebar jantung," ucapnya.

Menurutnya, warga di sana umumnya adalah pekebun, saban hari harus menggais rezeki di kebun di seberang sungai. Belum lagi memawa pulang hasil kebun pada sore hari.

“Di seberang sungai adalah kebun warga Agusen. Mau tidak mau, warga harus ke sana, karena pergi ke berkebun, biarpun debit air sungai dalam kondisi banyak. Kami setiap hari puang pergi,” ujar Adam.

Setahu dia, program pembangunan jembatan telah dilakukan Pemerintah sejak 2012 lalu. Kala itu telah dibangun tiang di sisi sungai, namun hingga kini tidak ada kemajuan pembangunnya.

“Jembatannya kemarin sudah ada tali baja. Katanya mau dilanjutkan pembangunannya. Padahal tiang jembatan itu sudah dibangun sebelum Pilkada 2012 silam. Kami masyarakat berharap pemerintah segera menyelesaikan pembangunannya,” pinta Adam.

Kategori:PON, Badminton, Aceh
wwwwww