Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
24 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
2
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
22 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
3
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
22 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
4
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
5
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
22 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
6
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Home  /  Berita  /  Beladiri

Hakim Tolak Eksepsi Pembunuh Dosen UMSU

Hakim Tolak Eksepsi Pembunuh Dosen UMSU
Roymardo Sah Siregar (berbaju orange), pelaku pembunuhan dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Nurain Lubis. (Istimewa/galamedianews.com)
Kamis, 20 Oktober 2016 17:56 WIB
Penulis: Abyan
MEDAN - Nota keberatan atau eksepsi yang diajukan terdakwa Roymardo Sah Siregar, pelaku pembunuhan dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Nurain Lubis, ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Dalam putusan sela yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Sontan Merauke Sinaga, hakim memutuskan untuk melanjutkan persidangan dan mengabulkan dakwaan penuntut umum.

"Untuk itu, kita meminta penuntut umum agar menghadirkan saksi-saksi dalam kasus tersebut," perintah Ketua Majelis di Ruang Cakra VI PN Medan, Kamis (20/10/2016).

Pada sidang keempat ini, persidangan berjalan kondusif. Di mana tidak tampak keluarga dan kerabat korban yang menghadiri proses persidangan.

Sebelumnya, setelah persidangan usai terdakwa terlihat dilarikan petugas keamanan pengadilan karena khawatir terjadi. Keributan menjadi bulan-bulan keluarga dan kerabat korban yang kerap emosi melihat perbuatan terdakwa, yang tak lain juga merupakan mahasiswa korban.

Selama persidangan berlangsung, terdakwa hanya bisa menundukan kepalanya tanpa menatap kemanapun hingga akhirnya persidangan ditunda.

Editor:Arif
Kategori:Beladiri, PON
wwwwww