Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
13 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
12 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
7 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
7 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
7 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Olympic

Sudah 8 Tahun Lumpuh Total dan Kulit Melepuh, Anjala Zikri Warga Pinggir Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

Sudah 8 Tahun Lumpuh Total dan Kulit Melepuh, Anjala Zikri Warga Pinggir Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan
Anjala Zikri warga pinggir yang mengalami lumpuh total sejak 8 tahun silam butuh uluran tangan dermawan.
Kamis, 20 Oktober 2016 15:58 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Masa remaja Anjala Zikri (13) harus direnggut oleh penyakit yang dideritanya sejak masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Sudah 8 tahun ia mengalami lumpuh total dan pasrah dengan penyakit tersebut.

Putra dari Sriwianto dan Sumini, warga RT 02, RW 02, Jalan Suro, Desa Pinggir dulunya adalah anak yang periang. Selesai pendidikan di Taman Kanak-kanak, ia sempat melanjutkan SD. Namun sayang, ia hanya bertahan pada bangku kelas 2 saja karena tubuhnya sering lemas saat beraktivitas.

"Karena sudah sulit berjalan dan sering keluar daerah membawa Anjala berobat, kami putuskan untuk memberhentikannya sekolah dan fokus pada pengobatannya. Sayang, segala cara pengobatan sudah kami lakukan mulai dari medis hingga alternatif, tetap saja tidak ada perubahan," kata Sriwianto kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Kamis (20/10/2016).

Kini pengobatan Anjala sedikit tersendat karena keterbatasan dana. Yang mana ayah Anjala hanyalah sebagai buruh kasar atau kuli bangunan yang tidak bekerja tetap.

"Sekarang ini kondisi ekonomi aja sulit, jangankan untuk berobat Anjala, untuk makan sehari-hari saja sudah susah. Ditambah lagi sekarang kondisi Anjala semakin buruk, bagian kulit leher dan tangan Anjala melepuh. Kalaulah dia sehat, mungkin sudah duduk di kelas 2 SMP," ujar sang ibu menambahkan dengan mata berkaca-kaca.***

Kategori:Olympic
wwwwww