Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
9 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
8 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
3 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
3 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
3 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  PON

Sidang Paripurna DPRA Diwarnai Aksi Demo

Sidang Paripurna DPRA Diwarnai Aksi Demo
Aksi demo yang mewarnai rapat paripurna DPRA di Kantor DPRA, Banda Aceh, Senin (24/10/2016) [Ist]
Senin, 24 Oktober 2016 19:27 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Sidang paripurna DPRA diwarnai aksi demo mahasiswa yang tergabung dari Kesatuan Aksi Pembela Aceh (Kampa), di Gedung DPRA, Banda Aceh. Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin bersama personelnya mengamankan jalannya sidang paripurna DPRA tersebut, Senin (24/10/2016).

Dalam orasinya, mahasiswa menolak pemerintah Aceh melakukan pinjaman atau utang luar negeri untuk pembangunan rumah sakit regional. "‎Kami meminta DPRA tidak menyetujui rekomendasi utang luar negeri pemerintah Aceh ke KFW, Bank Jerman, dengan nilai Rp1,396 triliun," kata Koordinator Aksi, Feri Fadli.
 
 
‎Kapolresta yang memipin langsung pengawalan demo tersebut memberikan arahan kepada para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya secara tertib dan aman. "Kami minta adik-adik mahasiswa untuk menyalurkan aspirasinya secara tertib," ujarnya yang berada di lokasi.
 
 
‎Ia menjelaskan, semua komponen masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat di parlemen Aceh. "Namun, dalam menyampaikan aspirasi haru melalui ruang yang dilindungi undang-undang dan tidak boleh secara anarkis," jelasnya.
 
‎Massa selanjutnya membubarkan diri secara tertib dan rapat paripurna kembali berjalan aman dan damai. "Kita juga berterima kasih kepada mahasiswa yang melaksanakan aksinya dengan damai dan tertib," tambah Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin.

Editor:TAM
Kategori:PON
wwwwww