Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
20 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
23 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Aceh

Pelaku Bom Samarinda Belajar Merakit di Aceh

Pelaku Bom Samarinda Belajar Merakit di Aceh
Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar.
Senin, 14 November 2016 15:01 WIB

JAKARTA – Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan pelaku peledakan bom rakitan di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu 13 November 2016, belajar merakit bom di Aceh pada 2009–2011.

“Pelaku belajar merakit bom saat di Aceh dari 2009–2011. Pasca-ledakan, tim lakukan langkah penyelidikan dan geledah di sebuah rumah di Lowajana Indah Blok VV Nomor 13,” kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (14/11/2016).

Dari hasil penggeledahan ini, kata Boy, pihaknya mengamankan laptop, handphone, dan dokumen-dokumen yang di rumah tersebut. Ia melanjutkan, sejumlah saksi juga dalam pemeriksaan dan diduga memiliki hubungan dengan pelaku.

“Saat ini pemeriksaan intensif dilakukan. Ada beberapa kerugian materiil, barbuk (barang bukti) hasil dampak empat sepeda motor terbakar. Tim Densus (88 Antiteror) masih mengembangkan,” ujar dia.

Menurut mantan Kapolda Banten ini, setelah diperiksa selama 7x24 jam, pihaknya baru akan menentukan status 15 saksi itu, apakah sebagai saksi atau pihak yang membantu.

“Kita duga orang yang punya hubungan, komunikasi dengan yang bersangkutan. Umumnya yang bersangkutan diduga punya kontak komunikasi dengan saudara Juanda,” tandasnya.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:okezone.com
Kategori:Aceh
wwwwww