Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
23 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
21 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
4
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
23 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
5
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
21 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Badminton

Sekjen PKB: Ahok Jadi Tersangka, Diakui Atau Tidak Pasti Nguntungin Anis dan Agus

Sekjen PKB: Ahok Jadi Tersangka, Diakui Atau Tidak Pasti Nguntungin Anis dan Agus
Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka. (istimewa)
Rabu, 16 November 2016 19:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ditetapkannya Ahok sebagai tersangka, secara tidak langsung akan berdampak menguntungkan bagi dua pasangan calon Gubernur DKI lainnya, yakni Agus-Sylvi dan Anis-Sandiaga.

Hal itu diungkapkan Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding kepada wartawan Press Room DPR/MPR, Rabu (16/11/2016).

"Diakui atau tidak pastilah menguntungkan," ujarnya.

"Itu proses politik biasa aja. Artinya itu keuntungan-keuntungan politik. Tergantung timnya bisa apa enggak, canggih-canggihan aja," tambahnya.

Dirinya juga melihat, penetapan Ahok sebagai tersangka merupakan hal-hal yang biasa. "Saya melihatnya sebagai langkah hukum saja. Polisi pasti punya dua bukti permulaan minimal yang cukup untuk tetapkam ahok sebagai tersangka. Saya biasa aja," ujarnya.

Artinya kata dia, polisi masih bekerja dalam relnya. Tidak seperti dugaan banyak orang yang mengatakan polisi tidak netral, berpihak. "Penetapan TSK ini mengkonfirmasi statement Jokowi, beliau tidak ikut-ikutan dan berpihak. Ini yang harus di apresias," pintanya.

Dengen demikian lanjutnya, akan berakibat mengkaji ulang pada rencana masyarakat untuk demo lanjutan. "Harus dilihat, kalau kasusnya penistaan agama mestinya ya tinggal kita kawal sampa di peradilan berjalan sesuai fakta-fakta, gak perlu demo lah," ujarnya.

Lalu ia mengatakan, dengan demikian masyarakat harusnya adem. "Intinya tak ada kegaduhan lagi,"pungkasnya. ***

wwwwww