Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
13 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
9 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
8 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Riau

Regulasi Alamat dan Penerima Harus Diperjelas, Realisasi 2.000 Unit RLH di Riau Tertunda

Regulasi Alamat dan Penerima Harus Diperjelas, Realisasi 2.000 Unit RLH di Riau Tertunda
Ilustrasi. (Internet)
Kamis, 17 November 2016 07:41 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Realisasi pembangunan rumah layak huni (RLH) tahun 2016 di Provinsi Riau dipastikan tertunda karena terkendala regulasi yang mengharuskan verifikasi data by name by address. Kelanjutan program ini pun terpaksa diusulkan kembali dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2017 mendatang.

"Penerimanya harus by name by address. Jadinya kami lakukan verifikasi data terlebih dahulu. Programnya tetap sama, 2.000 RLH dengan anggaran Rp140 miliar," ungkap Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (16/11/2016).

Diperkirakan Dwi, estimasi anggaran membangun RLH per unitnya akan menelan biaya Rp65 juta hingga Rp75 juta atau disesuaikan dengan lokasi tempat pembangunannya. Yang mana, masa pembangunan untuk setiap rumahnya akan memakan waktu dua bulan dengan tiga mandor

"Dari 12 kabupaten dan kota yang ada di Riau, masing-masingnya akan mendapat bantuan RLH sekitar 120 unit rumah," tandasnya. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww