Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Apresiasi Pertemuan Polri, TNI dan GMPF MUI, Komisi VII DPR: Keputusan yang Adil dan Beradab

Apresiasi Pertemuan Polri, TNI dan GMPF MUI, Komisi VII DPR: Keputusan yang Adil dan Beradab
Pertemuan GMPF MUI, Polri dan TNI di Kantor MUI. (istimewa)
Senin, 28 November 2016 23:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pertemuan antara GMPF MUI, TNI dan Polri, melahirkan 5 poin kesepakatan. Wakil Ketua Komisi VII Sodik Mujahid mengapresiasi atas pertemuan dan kesepakatan tersebut.

"Alhamdulillah terjadi kesepakatan aksi super damai 212 antara POLRI MUI TNI DAN GMPF. Kami sampaikan apresiasai kepada semua pihak yang bersepakat. Inilah yg kita harapkan selama ini sebagai pengamalan Panca Sila dan ajaran Islam yakni musyawarah untuk mufakat," ujar Politisi Gerindra ini, Senin (28/11/2016).

"Umat Islam itu kata Nabi Muhammad SAW,seperti lebah yang semua tindakannya memberi manfaat kepada masyarakat dan lingkungannya. Mengutip perkataan KH Zainudin MZ (alm) akan menyengat dengan keras jika dilecehkan dan dilukai," tukasnya.

Dengan demikian kata dia, maka aksi 212 harus lebih damai dari aksi 411. Jadi kata Sodik, aksi ini tidak ada lagi isu makar, tidak ada lagi upaya adu domba dan konflik antar ulama dan tidak ada lagi pelarangan pengangkutan demosntran," timpalnya.

Untuk itu kata dia, semua pihak (Pendemo, Polri dan TNI) harus kompak menjaga aksi dari pihak-pihak yang mencoba memancing di air keruh dan tidak ikhlas pendemo (umat islam) bersahabat dengan aparat kemanan.

"Musyawarah dan kesepakatan yang adil dan beradab inilah yang juga harus mewarnai proses hukum selanjutnya dalam kasus dugaan penistaan agama. Jangan diganggu oleh pernyataan, kebijakan dan tindakan yang tidak adil dan tidak menjunjung tinggi supremasi hukum bagi semua orang yg sama kedudukannya dimata hukum," paparnya.

Ummat islam katanya, tidak perlu demo lagi cukup dengan membentuk tim monitorimg proses hukum dari kalangan ahli hukum. Kemudian para Penegak hukum dalam hal ini kejaksaan memproses sesuai dengan kaidah hukum dan rasa keadilan masyarakat serta visi kedepan untuk mencegah terulangnya peleceham agama yang mengoyak sendi NKRI.

"Jangan coba-coba bermain api dan bersikap tidak adil. Polisi dan TNI terus menjadi sahabat masyarakat dalam menjaga NKRI dari berbagai upaya yang menggangu stabilitas dan keutuhan NKRI. Mari kita semua bersikap dengan sangat hikmah dan kebijaksanaan yang tinggi dalam merawat NKRI sekaligus proses edukasi yang beradab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya. ***

wwwwww