Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
13 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
15 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
11 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
11 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Mendikbud Hentikan UN, Dadang Rusdiana: Pak Menteri Senang Membuat Kejutan

Mendikbud Hentikan UN, Dadang Rusdiana: Pak Menteri Senang Membuat Kejutan
Anggota Komisi X DPR, Dadang Rusdiana. (istimewa)
Senin, 28 November 2016 15:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan menangguhkan Ujian Nasional (UN) pada 2017. Terkait penghapusan ini, Anggota Komisi X Dadang Rusdiana mengatakan,pihaknya belum menyetujui peniadaan UN tersebut.

"Kita beluk menyetujui dulu, sepertinya pak menteri yang sekarang ini senang membuat kejutan-kejutan tanpa dibahas dulu dengan matang dengan mitra kerja ( Komisi X)," ujar Dadang saat dihubungi, Senin (28/11/2016).

"Kalau UN dimoratorium pada dasarnya tetap kita butuhkan bentuk evaluasi lain untuk mengetahui tingkat ketercapaian peserta didik maupun sekolah," tambahnya.

Dengan demikian kata Dadang, tentu harus ditetapkan apakah model ujian sekolah, ujian semester atau evaluasi harian yang dilakukan oleh guru. Ia menambahkan, tentunya guru pun harus mendapat pembekalan yang memadai kalau bentuk evaluasi ini berubah.

"Ya sebenarnya dulu menteri Anis (Anies Baswedan) sudah memutuskan bahwa UN tidak menentukan kelulusan, itu sudah membuat lega," jelasnya.

Meski demikian kata Dadang, pihaknya memandang perlu adanya pendalaman sehingga tidak terkesan membuat terobosan-terobosan yang makin membuat bingung dunia pendidikan.

"Namun UN kita butuhkan untuk pemetaan dan mengetahui pencapaian standar pembelajaran sekolah maupun peserta didik, yang dapat dijadikan dasar bagi treatment pada tahun berikutnya," pungkasnya. ***

wwwwww