Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

PB HMI Tegaskan Hukum Sebagai Panglima Tertinggi Selesaikan Masalah

PB HMI Tegaskan Hukum Sebagai Panglima Tertinggi Selesaikan Masalah
Rabu, 30 November 2016 18:03 WIB
JAKARTA - Direktur umum Bakornas Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam PB HMI, M. Nur Cholis mengatakan, sebuah bangsa yang berkeadaban, penyelesaian sebuah permasalahan tentunya harus melalui proses hukum yang berlaku. Sebab, hukum adalah panglima tertinggi, yang mengupayakan penyelesaian sebuah permasalahan dengan cara-cara yang tidak anarkis.

Menurut dia, bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang mudah dipecah belah oleh sesama. Terkait bela Islam Jilid 3, PB HMI akan di garda terdepan menjaga keislaman, jangan sampai kepercayaan publik terhadap hukum akan menjadi bola salju bagi negara.

Pandangam ini dikemukakan Nur Cholis pada konferensi pers 'Islam YeS, Makar No' yang digelar oleh Bakornas Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas PB HMI di Jakarta, Rabu (30/11/16) di Jakarta.

Dikatakannya, kader HMI sejak masa pra kemerdekaan hingga saat ini, dikenal sebagai kader umat dan bangsa yang menjadikan intelektualitas dan spiritualitas sebagai dasar bertindak, bertutur dan bersikap. Sebagai kelompok intelektual muda muslim bangsa ini, PB HMI menyatakan beberapa catatan.

Pertama, bahwa dengan adanya semangat ruh keislaman, kebangsaan dan kemodernan yang tertuang dalam nilai-nilai dasar perjuangan HMI, maka kami akan selalu berada di garda terdepan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kedua, menyikapi kasus penistaan agama yang telah dilakukan oleh saudara Basuki Tjahja Purnama, dengan dasar hukum sebagai panglima di negara ini.

"Kami menyerahkan dan mempercayakan proses hukum tersebut kepada pihak Kejaksaan untuk diproses seadil-adilnya dengan memperhatikan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan hukum," katanya.

Catatan ketiga, meminta dan berharap kepada segenap warga bangsa Indonesia untuk tidak menyebarkan berita-berita hoax dan bersifat provokatif yang disebar melalui media sosial yang nantinya akan mengancam keutuhan NKRI.

"Keempat, menolak dengan tegas upaya-upaya perebutan kekuasaan secara tidak sah, karena akan mengancam demokrasi yang telah diraih lewat gerakan Reformasi 1998," pungkasnya.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh PB HMI tersebut, dihadiri oleh, M. Ridal (Direktur Umum Bakornas Lembaga Teknik Mahasiswa Islam PB HMI), Muhammad Shofa (Direktur Umum Bakornas Lembaga Pers Mahasiswa Islam PB HMI) dan M. Nur Cholis (Direktur Umum Bakornas Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam PB HMI). (rls)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww