Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  PON

Wisata Halal Ubah Kehidupan Sosial Jadi Lebih Baik

Wisata Halal Ubah Kehidupan Sosial Jadi Lebih Baik
Penerimaan penghargaan World Halal Tourism Award 2016 [Disbudpar Aceh]
Minggu, 25 Desember 2016 08:32 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Indonesia keluar sebagai juara pertama  dalam kompetisi Wisata Halal Dunia 2016 (World Halal Tourism Awards 2016) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu. CEO International Travel Week (ITW) Abu Dhabi, Andy Buchanan, mengatakan, wisata halal merupakan salah satu sektor yang penting dalam mengembangkan pariwisata, termasuk Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Wisata halal dapat mengubah kehidupan sosial menjadi lebih baik,” ujar Andy. Anugerah wisata halal dunia sendiri sudah berlangsung selama tiga tahun. Tahun ini, hasil yang dicapai Indonesia sangat fantastis karena bisa mendapatkan total 2 juta vote.

Menteri Pariwisata, Arif Yahya dalam kesempatan itu menyebutkan, sudah seharusnya sejak dulu wisata halal berkiblat pada Indonesia. “Kemenangan ini bukan milik Sumatera Barat, bukan pula milik Aceh, tapi milik bangsa Indonesia. Kita hanya bisa menang jika kita bersatu,” ungkap Arif didepan tamu undangan.

Dikatakannya, per Oktober 2016 sektor pariwisata sudah menyumbang pendapat untuk negara sebesar 11 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB). Menurutnya, angka itu masih di bawah Malaysia dengan kontribusi PDB-nya 12 persen dan Thailand 22 persen. “Untuk Indonesia, pariwisata sebagai penyumbang PDB dari visa dan lapangan pekerjaan yang paling mudah dan murah,” kata Menpar Arif Yahya.

Arif berharap pariwisata bisa menyejahterakan rakyat Indonesia. Dari hasil catatan Kementerian Pariwisata, selama tahun 2016 pariwisata Indonesia sudah mendapatkan 31 penghargaan di 22 negara.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:PON, Aceh
wwwwww