Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  PON

Ulama Abdya Imbau Warga Tidak Rayakan Tahun Baru

Ulama Abdya Imbau Warga Tidak Rayakan Tahun Baru
Ketua MPU Abdya, Abu Dahlan
Selasa, 27 Desember 2016 09:31 WIB
Penulis: T Musnizar
BLANG PIDIE – Meski tidak mengeluarkan fatwa, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Aceh, tetap mengimbau masyarakat setempat untuk tidak merayakan malam pergantian tahun. Namun, MPU juga tidak melarang bila ada masyarakat yang merayakannya.

Hal tersebut katakan Ketua MPU Abdya, Abu Dahlan menjawab GoAceh, Selasa (27/12/2016). Menurutnya, malam tahun baru masehi yang banyak dirayakan tersebut disinyalir dapat menjerumus generasi muda ke arah pergaulan bebas. ”Kita mengimbau untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” sebutnya.

Abu Dahlan juga menyebutkan, imbauan itu disampaikan guna mencegah terjadinya kemungkaran. “Bagi sesama muslim untuk tidak ikut-ikutan merayakan malam tahun baru, beraktivitas saja seperti biasa,” tegasnya.

Lebih lanjut Abu Dahlan mengakui, dirinya sangat khawatir perayaan malam pergantian tahun dengan hura-hura akan mengakibatkan kemurkaan dari Allah. Sebab, menurutnya, terlalu bereforia akan mengakibatkan lupa diri. ”Ini untuk kemaslahatan kita semua, sebagai hamba yang harus terus menjalankan perintah-Nya,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Abu Dahlan mempersilakan kepada umat kristiani lainnya untuk melakukan perayaan Natal dan malam tahun baru dengan tertib dan saling menghargai. “Untuk umat Kristiani silakan saja merayakan asalkan tertib dan nyaman, serta bisa saling menghargai,” tegasnya.

Selain itu, Abu Dahlan juga mengimbau pemilik cafe, hotel dan tempat-tempat wisata untuk tidak menggelar perayaan tahun baru. Karena tidak sesuai syariat Islam yang berlaku di Aceh.

”Kepada aparat penegak hukum, kita mengharapkan agar tidak memberi izin terhadap kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan kemungkaran. Seperti membakar kembang api, meniup terompet dan kegiatan-kegiatan lainnya,” pinta Abu Dahlan.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww