Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Ekonomi
21 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
2
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
15 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
3
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
18 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
4
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
Olahraga
17 jam yang lalu
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
5
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
Politik
14 jam yang lalu
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
6
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Sepakbola
15 jam yang lalu
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Pagi Tadi... Gempa 6,6 SR Guncang NTT, NTB dan Bali

Pagi Tadi... Gempa 6,6 SR Guncang NTT, NTB dan Bali
ilustrasi
Jum'at, 30 Desember 2016 08:01 WIB
JAKARTA - Gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter (SR) mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali. Gempa terjadi pukul 05.30 WIB. Hiposenter gempa terletak pada koordinat 9,37 lintang selatan dan 118,63 bujur timur, atau 59 kilometer barat laut Sumbawa Barat daya, NTT, dengan kedalaman 91 kilometer.

"Gempa tidak berpotensi tsunami. Sumber gempa berasal dari subduksi pertemuan lempang Hindia Australia dan Eurasia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (30/12).

Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa. Gempa dirasakan sedang hingga kuat di Kota Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, Praya, Lombok, Kota Mataram hingga Bali.

"Gempa ini dirasakan cukup kuat di Sumba Barat Daya selama kurang lebih lima detik. Masyarakat sempat panik, namun belum ada laporan dampak," kata dia.

Gempa juga dirasakan cukup kuat di Sumbawa Barat selama kurang lebih tiga detik. Sedangkan di Kota Mataram dirasakan sedang selama kurang lebih lima detik. Di Kabupaten Dompu, gempa juga dirasakan selama lima detik. Sedangkan di sebagian besar Bali, gempa dirasakan sedang selama sekitar lima detik. Masyarakat pun ke luar rumah.

"Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Aparat dan masyarakat yang sedang melakukan penanganan darurat pascabanjir di Kota Bima juga merasakan guncangan cukup keras dan berhamburan ke luar bangunan dan rumah. Pasien di keluarkan dari bangunan," ujar Sutopo.

Berdasarkan analisis BMKG dari peta gempa dirasakan di Kuta Bali II SIG-BMKG (3 MMI), Gianyar II SIG-BMKG (3 MMI), Mataram II SIG-BMKG (3 MMI). Artinya intensitasnya ringan hingga sedang.

Dengan kondisi seperti ini bangunan masih kuat menahan gempa. Jika pun ada kerusakan tidak rusak berat. Umumnya bangunan akan roboh dan rusak berat jika merasakan gempa dengan intensitas gempa dirasakan V-VII MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan. BPBD masih terus melakukan pemantauan. Info mutakhir akan disampaikan segera jika ada laporan dari lapangan.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Respons terbaik saat merasakan gempa adalah keluar rumah atau bangunan secepatnya dan berkumpul di tempat yang aman.(rol)

Editor:Arie RF
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Lingkungan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur

wwwwww