Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Srikandi PLN Mengajar, Mahasiswa LP3I Jakarta Gali Lebih Dalam Peran Humas di Era Digital
Umum
12 jam yang lalu
Srikandi PLN Mengajar, Mahasiswa LP3I Jakarta Gali Lebih Dalam Peran Humas di Era Digital
2
Tampil di Kandang, Borneo FC Lebih Percaya Diri Hadapi Madura United FC
Olahraga
12 jam yang lalu
Tampil di Kandang, Borneo FC Lebih Percaya Diri Hadapi Madura United FC
3
Senator Dailami Ingin Pemprov DKI Segera Bangun RSUD Tipe B di Kepulauan Seribu
DPD RI
11 jam yang lalu
Senator Dailami Ingin Pemprov DKI Segera Bangun RSUD Tipe B di Kepulauan Seribu
4
Srikandi PLN dan Bhayangkari, Berbagi Cahaya Pengetahuan Listrik untuk Masyarakat
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Srikandi PLN dan Bhayangkari, Berbagi Cahaya Pengetahuan Listrik untuk Masyarakat
5
Cadenazzi Optimistis Borneo FC Catat Hasil Positif
Olahraga
12 jam yang lalu
Cadenazzi Optimistis Borneo FC Catat Hasil Positif
6
Hadapi Borneo FC di Leg Kedua Semifinal, Rakhmat Basuki: Ada Energi Positif
Olahraga
12 jam yang lalu
Hadapi Borneo FC di Leg Kedua Semifinal, Rakhmat Basuki: Ada Energi Positif
Home  /  Berita  /  Riau

Ratusan Sapi Mati Mendadak Terjangkit Virus Jembrana, Peternak di Riau Dianjurkan Rutin Vaksinasi

Ratusan Sapi Mati Mendadak Terjangkit Virus Jembrana, Peternak di Riau Dianjurkan Rutin Vaksinasi
Ilustrasi.
Minggu, 22 Januari 2017 09:46 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Askardiya Patrianov menganjurkan peternak sapi agar rutin memberikan vaksinasi kepada hewan ternaknya. Ini diharapkan dapat mencegah penyebaran virus Jembrana atau parasit darah yang menjangkiti sapi jenis Bali.

Sementara itu, Kabupaten Siak merupakan salah satu daerah yang tercatat banyak melaporkan kasus sapi mati medadak akibat Jembrana di wilayahnya. Yang mana, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak mencatat, lebih dari 200 ekor sapi warga mati mendadak hingga pertengahan Januari 2017 ini.

"Vaksinasi harus rutin dan disiplin dilakukan. Virus ini tidak menulari manusia, tetapi bisa menyebabkan sapi mati mendadak," kata Patrianov kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Minggu (22/1/2017).

Ia pun menduga, penyebaran virus tersebut dibawa oleh sapi-sapi yang berasal dari luar Riau. Untuk itu, ia berkoordinasi dengan dinas terkait di seluruh kabupaten/kota untuk disiplin melakukan vaksin dan melakukan pemeriksaan sapi-sapi yang didatangkan ke Riau.

Selain itu, pihaknya ikut mengimbau masyarakat agar tidak asal-asalan ketika membeli sapi. Terutama ketika ada penjual sapi yang menjual ternaknya dengan harga murah.

"Dinas terkait kami minta untuk turun ke lapangan dan memberikan sosialisasi. Ini perlu diimbangi juga oleh masyarakat dengan cara tidak tergoda membeli sapi yang dijual harga murah karena takutnya sudah terserang virus jembrana," imbaunya. ***

Kategori:Pemerintahan, Riau
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/