Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Beladiri
Intelijen Kantongi Foto-foto

TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru bakal Turunkan Prajurit Khusus Buat Sergap Perambah Hutan dari Udara

TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru bakal Turunkan Prajurit Khusus Buat Sergap Perambah Hutan dari Udara
Prajurit Khusus dari Paskhas TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru juga akan dilibatkan untuk menyergap perambah hutan dari udara. Pasukan ini dikenal tangguh dan bisa bergerak sangat cepat (Foto: Chairul Hadi/GoRiau.com)
Senin, 30 Januari 2017 14:05 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Operasi Yustisi untuk memberantas aktivitas Ilegal Loging dan perambahan hutan di Provinsi Riau tampaknya tidak main-main. Selain aparat kepolisian, operasi tersebut juga akan melibatkan prajurit khusus dari Angkatan Udara (AU).

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma Henri Alfiandi menegaskan, pihaknya sudah mengantongi semua informasi terkait di mana saja lokasi tempat berlangsungnya ilegal loging ini.

"Kita sudah dapatkan laporan dari intelijen kita, di mana saja yang rawan, bahkan saya sudah bahas ini dengan Pak Kapolda Riau untuk melakukan Operasi Yustisi," ungkap Jenderal bintang satu ini kepada GoRiau.com (GoNews Group).

Henri menjelaskan, sejumlah foto udara juga sudah dikantongi pihaknya. Gambar-gambar ini terkait perambahan hutan yang diperoleh dari pemotretan via udara dengan pesawat tempur Hawks Lanud Roesmin Nurjadin.

Tinggal menunggu waktu saja, tegas dia, Pasukan Khusus yang sudah dipersiapkan TNI AU akan digerakkan ke sana secara tiba-tiba untuk menyergap para pelaku. "Kita sudah siapkan Helikopter Superpuma, sudah standby," bebernya.

"Kita sudah observe, bahwa potensi lahan kebakaran tersebut dimulai dari aktivitas Ilegal loging, hutan yang gundul dilakukan pembersihan dan dibakar. Ini sumbernya, jadi operasi yustisi ini juga akan kita fokuskan ke depan," kata Henri.

Sejauh ini sudah ada beberapa lokasi yang rawan terjadinya aktivitas perambahan yang masuk 'pengintaian' TNI AU, antara lain di Kabupaten Siak dan Pelalawan. "Paling rawan di sana, apalagi di taman nasional," beber Danlanud.

Selain itu, strategi lainnya guna mencegah bencana asap agar tidak muncul di tahun 2017 adalah dengan mengintensifkan modifikasi cuaca, untuk memicu hujan turun terutama di daerah yang mengalami kemarau di Provinsi Riau.

"Dengan tekhnologi modifikasi cuaca (TMC), hujan diharapkan bisa turun, sehingga kelembapan tanah terjaga dan tetap basah. Dengan begitu potensi kemudahan terbakar bisa dikurangi," sebut Danlanud, Senin (30/1/2017) siang.

Dan seperti biasanya, TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin juga akan menyiapkan tim untuk melakukan water bombing (Bom air) di titik lahan yang terbakar. Ini upaya bila ke depan terdapat area yang terbakar.

"Di 2017, kondisi kering akan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya di Riau, jadi harus ada strategi yang disesuaikan dengan iklim dan cuaca. Ini sinergitas bersama untuk menjaga Riau bebas asap," pungkasnya. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww