Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
22 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Faisal Akbar: Direktur Freeport Tak Punya Etika, Bar-bar dan Penghinaan Terhadap Rakyat, Dia Harus Dipecat!

Faisal Akbar: Direktur Freeport Tak Punya Etika, Bar-bar dan Penghinaan Terhadap Rakyat, Dia Harus Dipecat!
Anggota DPR RI, Faisal Akbar. (istimewa)
Kamis, 09 Februari 2017 20:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota DPR-RI Dapil Sulsel, Akbar Faizal, menyesalkan sikap Presiden Direktur Freeport yang melakukan tindakan tidak terpuji terhadap anggota DPR RI, Muchtar Tompo di ruang rapat Komisi VII DPR RI.

"Sehubungan dgn insiden pemukulan yang dilakukan Presdir PT Freeport Indonesia, saudara Chappy Hakim, terhadap anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Hanura, Muhtar Tompo seusai rapat kerja dgn perusahaan pertambangan di DPR-RI, dengan ini saya menyatakan protes keras," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/2/2017) malam.

Tindakan ini kata Faisal, sungguh-sungguh keluar dari etika apapun. "Perilaku barbar Presdir Freeport ini sekaligus penghinaan besar kepada pemerintah dan rakyat Indonesia," ujarnya.

Oleh karenanya, Faisal Akbar selaku anggota DPR RI menuntut permintaan maaf dari Chappy Hakim sebagai pelaku yang dianggapnya barbar.

"Saya juga meminta, agar manajemen di Kantor Pusat Freeport Internasional di Amerika Serikat segera meminta maaf kepada Muchtar Tompo selaku pribadi, kemudian meminta maaf kepada institusi DPR-RI dan kepada Pemerintah Indonesia," tukasnya.

Dan yang ketiga kata Faisal, dirinya meminta manajemen/kantor pusat Freeport Internasional untuk memberhentikan Chappy Hakim sebagai Presdir PT Freeport Indonesia.

"Saya juga mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menghentikan sementara seluruh perjanjian dan kesepakatan dengan Freeport hingga batas waktu yang belum ditentukan," tukasnya.

Sikap sangat keras ini kata dia, dianggap sangat perlu untuk menegakkan kehormatan Indonesia. "Mengingat saudara Muhtar Tompo adalah Wakil rakyat Republik Indonesia yang mendapat mandat resmi berdasarkan konstitusi Republik Indonesia. Penghinaan dan penganiayaan ini adalah bentuk penghinaan terhadap Bangsa Indonesia," pungkasnya. ***

wwwwww