Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
DPR RI
23 jam yang lalu
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
2
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
DPR RI
23 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
3
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
4
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
DPR RI
21 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
5
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
Sepakbola
19 jam yang lalu
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
6
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Feri Tewas Gantung Diri Sambil Genggam Tasbih dan Kenakan Peci

Feri Tewas Gantung Diri Sambil Genggam Tasbih dan Kenakan Peci
ilustrasi
Selasa, 14 Februari 2017 20:03 WIB

PONTIANAK - Seorang pemuda bernama Feri nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamarnya di Gang Candi Agung 4, Jalan Alianyang, Pontianak Kota, Senin (13/2/2017).

Pemuda 21 tahun itu mengembuskan napas terakhirnya tiga hari sebelum pertambahan usia.

Feri diduga stres karena permasalahan keluarga. Mayatnya pertama kali ditemukan pemilik Digital Yes Printing yang saat itu hendak membuka usahanya.

Feri merupakan pegawai sekaligus penjaga malam yang tinggal di kamar belakang Digital Yes Printing.

Di kamar berukuran 3x3 meter tersebut, leher Feri terjerat tali plastik berwarna hijau.

Dia mengenakan peci dan menggenggam tasbih di tangan kirinya.

Polisi tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pihak berwajib juga menyita barang bukti dan memasang garis polisi.

Di samping korban ditemukan sepucuk surat berisi wasiat yang ditujukan kepada ibu dan ayah serta teman-temannya.

“Intinya permintaan maaf apabila telah melakukan kesalahan, ucapan terima kasih, serta permintaan untuk dipertemukan dengan ibunya sebelum dimakamkan,” jelas personel Inafis Polresta Pontianak Bripka Agung Utomo.

Agung menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan di jari, Feri belum lama meninggal.

“Kemungkinan subuh tadi, karena jika sudah lebih dari delapan jam, jarinya sudah kaku. Namun tadi itu jarinya masih lembut dan bisa digerakkan. Diduga baru meninggal 2-3 jam sebelumnya,” kata Agung.

Jenazah Feri dibawa ke Rumah Sakit Anton Sudjarwo Pontianak untuk divisum. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, hanya bekas jeratan di leher Feri.

“Namun untuk pastinya, kami mesti menunggu keterangan dokter yang mempunyai wewenang,” paparnya. (jpnn)

Editor:Arie RF
Sumber:jpnn.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Kalimantan Barat

wwwwww