Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
DPR RI
23 jam yang lalu
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
2
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
3
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
4
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
DPR RI
21 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
5
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
Sepakbola
18 jam yang lalu
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
6
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

10 Tahun Tinggal Dikolong Rumah Pria di Sintang Ini Dijemput Petugas Disos

10 Tahun Tinggal Dikolong Rumah Pria di Sintang Ini Dijemput Petugas Disos
Pepen. (istimewa)
Kamis, 02 Maret 2017 19:45 WIB
Penulis: Ngadri
JAKARTA - Dinas Sosial Kabupaten Sintang kembali menjemput seorang pria yang mengalami sakit jiwa pada Rabu (1/3/2017) kemarin.

Pria yang diketahui bernama Pepepen (24) dijemput di Kelurahan Kampung Ladang Kecamatan Sintang.

"Pepen ini kalau kita liat belum parah,kita ajak komonikasi masih nyambung,awalnya keluarganya menolak untuk kita bawa dan kita rehabilitasi,tetapi hari ini pihak keluarganya sudah mendukung," ungkap Kasi rehabilitasi Disos Yacobus Dozy, Kamis (2/3/2017).

Dalam keterangannya, Kabid Rehabilitasi, Jaminan dan Perlindungan Sosial, Erni menyatakan, pihaknya mendapat laporan dari salah satu orang perawat yang ada di Puskesmas Tanjung Puri bahwa pihak Puskesmas mendapat perlawanan dari pihak keluarga saat hendak menjemput Pepen untuk diobati.

"Maka perawat tersebut melaporkan ke Disos untuk membantu sebagai mana mestinya agar bisa merehab Pepen," tukasnya.

"Perawat puskesmas Tanjung Puri ini sudah berulang kali akan mengobati Pepen namun keluarga Pepen selalu menolak, maka perawat tersebut minta bantu kami untuk menjemput Pepen," timpal Erni.

Meski pihaknya menunaikan tugasnya, namun Erni mengaku lebih mengedepankan rasa kemanusiaanya. Dengan demikian makai Pepen berhasil di Jemput dan dibawa ke RSJ Singkawang untuk direhabilitasi.

Kondisi terakhir Pepen saat dijemput dirumah keluarganya kata dia, masih dalam posisi awal yakni di bawah kolong rumah yang sudah ditempatinya selama 10 tahun.

Awal tahun 2017 ini, pihak Disos Sintang setidaknya sudah merazia 6 orang Gepeng tetapi 1 berhasil melarikan diri dan orang lainya dipulangkan kekeluarganya.

Sholehudin (30) salah satu abangnya yang tinggal tak jauh dirumahnya menceritakan, Pepen adalah sosok pekerja keras.

"Dia ini sosok pekerja keras, namun sejak bapak meninggal dia berubah sering melamun, diam dan hanya merokok yang dia lakukan setiap hari," ungkap Sholehudin.

Pepen sendiri menurutnya sudah dibuatkan rumah sendiri, namun dia lebih memilih tinggal dibawah kolong. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Kalimantan Barat

wwwwww