Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
11 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Badminton

Dikawal Ketat, Kapolri Jenderal Tito Karnavian Bahas Bhineka Tunggal Ika Dihadapan BEM se Nusantara di Pekanbaru

Dikawal Ketat, Kapolri Jenderal Tito Karnavian Bahas Bhineka Tunggal Ika Dihadapan BEM se Nusantara di Pekanbaru
kapolri, Jenderal Tito Karnavian saat memberi kuliah umum di Kampus UIR, yang dihadiri perwakilan BEM se-Nusantara, Jumat siang (Foto: Chairul Hadi)
Jum'at, 03 Maret 2017 12:35 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Islam Riau (UIR) di Pekanbaru, Jumat (3/3/2017) siang. Dihadapan ratusan mahasiswa dari perwakilan BEM se-Nusantara ini dirinya membahas soal Bhineka Tunggal Ika.

Menurut Kapolri, bukan perkara mudah menjaga persatuan bangsa di Indonesia, bila dibanding dengan negara lain yang rata-rata homogen. Namun rasa kesatuan yang tinggi dari masyarakatnya membuat semua perbedaan berjalan harmonis, bahkan sejak jaman penjajahan.

"Negara kita sangat unik. Jarang ada bangsa lain yang punya disparitas sangat tinggi seperti kita. Ada ratusan suku dan ras. Sangat beragam tapi bisa bersatu dengan konsep Bhineka Tunggal Ika," buka Jenderal Tito dalam paparannya, Jumat siang.

Ada dua potensi konflik yang dapat terjadi, diantaranya konflik internal dan eksternal. Untuk internal mencakup tidak meratanya pembangunan dan perbedaan kelas di masyarakat. Ini masih menjadi konflik horizontal disebabkan kecemburuan sosial.

Untuk eksternal sendiri, ungkap dia, terkait ideologi yang bebas masuk ke Indonesia, sehingga jadi penantang bagi NKRI. "Demokrasi yang terlalu bebas bisa jadi ancaman pecahnya suatu negara. Masyarakat bawah bisa didikte penguasa politik, uang dan lainnya, ini bisa memecah Bhineka Tunggal Ika," katanya.

Ia juga memaparkan tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, yang dikaitkan dengan antisipasi unjuk rasa. "Polri wajib memberi pengamanan. Silahkan saja, apalagi mahasiswa, kita tidak pernah mengekang, asalkan tidak menganggu ketertiban umum," paparnya.

Kedatangan Kapolri ke Kampus UIR ini mendapat pengawalan ketat dari Polda Riau. Ratusan Brimob dan aparat lainnya disiagakan lengkap dengan persenjataan. Bahkan kendaraan Jibom turut dilibatkan di sini. Sekitar pukul 11.40 WIB, rombongan Kapolri bergeser ke Masjid Agung An-nur.

Setelah dari sana, Jenderal Tito akan ke SKA Co-Ex untuk meresmikan program kepolisian berbasis IT. Di kampur UIR, Kapolri disambut antusias oleh ratusan mahasiswa. Mereka juga diberi kesempatan bertanya jawab dengan Tito. ***

wwwwww