Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
13 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
14 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
14 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
19 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Riau Dilanda Banjir, Daerah Diminta Cepat Berkoordinasi dan Bentuk Pengungsian

Riau Dilanda Banjir, Daerah Diminta Cepat Berkoordinasi dan Bentuk Pengungsian
Kadissos Riau, Syarifuddin AR.
Jum'at, 03 Maret 2017 11:51 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Dinas Sosial (Dissos) Provinsi Riau, Syarifuddin AR meminta dissos kabupaten dan kota se-Riau berkoordinasi cepat dengan provinsi untuk menangani korban banjir. Ia berkaca dari kesalahan daerah tahun lalu yang tidak memiliki data korban banjir dan terlambat berkoordinasi dengan provinsi.

"Kami minta dissos daerah sebagai garda terdepannya bisa berkoordinasi cepat dengan kami di provinsi. Dan tolong cepat pentingkan pengungsian bagi daerah yang terdampak banjir," kata Syarifuddin kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (3/3/2017).

Sejauh ini, kata Syarifuddin, stok logistik yang ada di Dissos Riau masih cukup untuk menyuplai pasokan logistik di 12 kabupaten/kota yang membutuhkan bantuan.

"Logistik bisa tercukupi, karena kami dahulukan logistik. Makanya kami minta daerah cepat koordinasikan mengenai kebutuhan beras, selimut atau semacamnya," urai Syarifuddin.

Meski banjir luapan Sungai Nilo telah mulai surut, namun Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui masih terisolasi, Kamis (2/3/2017). Banjir melanda wilayah ini sejak Selasa, kemarin.

"Air sudah mulai surut, kurang lebih 35 CM dari posisis banjir tertinggi," kata Hendri Kartono saat dihubungi GoRiau.com (GoNews Group).

Dikatakan Sekretaris Desa Lubuk Kembang Bunga ini, meski air mulai surut namun akses jalan desa masih putus total belum bisa dilalui kendaraan. "Kalau jalan menuju Desa Air Hitam sudah mulai bisa dilewati, tapi kalau untuk Desa Lubuk Kembang Bunga masih terisolasi," terangnya.

Lebih jauh diterangkan Hendri Kartono, setidaknya sudah puluhan rumah warga desa yang terdampak akibat banjir luapan Sungai Nilo. "Jumlah rumah warga yang terdampak banjir ini jumlahnya sekitar 80 rumah," sebutnya.

Disampaikan Hendri Kartono lagi, akibat luapan Sungai Nilo tersebut sebagian warga telah berupaya menghindari banjir.

"Beberapa kepala keluarga telah mengungsi. Jumlah warga yang mengungis sekitar 13 kepala keluarga dan belum berani kembali ke rumahnya masing-masing," tutupnya. ***

Kategori:Riau, Badminton, Voli
wwwwww