Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
23 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Keberhasilan Greenfields Dalam Manajemen Peternakan Sapi Perah Terintegrasi Dipuji Negara Tetangga

Keberhasilan Greenfields Dalam Manajemen Peternakan Sapi Perah Terintegrasi Dipuji Negara Tetangga
Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro Malaysia, YB Dato' Sri Ahmad Shabery Cheek (sebelah kanan) mengunjungi Peternakan Sapi Perah Greenfields di Gunung Kawi didampingi oleh Rachmat Indrajaja (Head of External Relations PT Japfa Comfeed Indonesia),
Sabtu, 04 Maret 2017 20:02 WIB
MALANG - YB Dato' Sri Ahmad Shabery Cheek, Menteri Pertanian dan Industri berbasis Pertanian Malaysia dan jajarannya mengunjungi peternakan sapi perah Greenfields di Gunung Kawi, Jawa Timur untuk mempelajari sistem manajemen peternakan sapi perah terintegrasi yang diterapkan oleh Greenfields.

''Sebagai perusahaan asal Indonesia, kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah dan berbagi pengalaman kami di bidang peternakan sapi perah dengan para sahabat dari negara tetangga. Dengan 8.000 sapi dan produksi susu sebanyak 42 juta liter per tahun, Greenfields merupakan peternakan sapi perah terintegrasi yang terbesar di Indonesia. Teknologi dan sistem manajemen terintegrasi yang kami miliki memungkinkan kami memperluas bisnis ke Asia Tenggara dan sekitarnya,'' ungkap Heru, Head of Dairy Farm of Greenfields.

Menteri Dato' Sri Ahmad Shabery Cheek juga didampingi oleh Dato' Mohd Sallehhuddin Hassan (Wakil Sekretaris Jenderal (Kebijakan) dari Kementerian Pertanian dan Industri berbasis Pertanian Malaysia), dan Dato' Dr. Quaza Nizamuddin Hassan Nizam (Wakil Direktur Jenderal Departemen Kesehatan Hewan Malaysia).

''Greenfields adalah pelopor dan pemimpin dalam peternakan skala besar di Indonesia. Setelah beroperasi selama hampir dua dekade, perusahaan ini memiliki pengetahuan yang kuat untuk memperluas bisnis mereka di luar Indonesia, termasuk ke Cina. Kami di sini untuk mempelajari beberapa praktik terbaik dalam aspek peternakan sapi perah, serta untuk melihat kemungkinan Greenfields berinvestasi di Malaysia'', komentar Dato' Sri Ahmad Shabery Cheek, Menteri Pertanian Malaysia.

Selama kunjungan tersebut, jajaran Kementerian Pertanian Malaysia melihat seluruh proses produksi susu, mulai dari pembibitan sapi perah unggul, proses pemerahan otomatis tanpa sentuhan tangan, pasteurisasi, serta proses pengemasan otomatis. Peternakan sapi perah Greenfields menerapkan standar internasional yang setara dengan - atau bahkan melebihi - standar peternakan sapi perah di negara-negara maju.

Jajaran Kementerian Pertanian Malaysia mengagumi peternakan sapi perah terintegrasi Greenfields yang dilengkapi dengan pemerahan otomatis serta peralatan pengolahan susu. Sistem ini mampu menjamin produk susu higienis dan berkualitas tinggi yang bisa langsung distribusikan dari fasilitas pengolahan susu.

''Di Greenfields, kami terus-menerus menerapkan kontrol yang sangat ketat untuk memastikan kualitas susu kami. Semua susu putih kami bebas dari zat aditif, pengawet, antibiotik, serta hormon. Kunjungan Pemerintah Malaysia ke peternakan kami merupakan suatu kehormatan bagi kami. Kami berharap Indonesia bisa menjadi model bagi negara-negara lain,'' tambah Heru. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Badminton, PON, Ekonomi, Jawa Timur
wwwwww