Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Raja Sapta Oktohari Angkat Harkat Kaum Difable Lewat Asian Para Games 2018

Raja Sapta Oktohari Angkat Harkat Kaum Difable Lewat Asian Para Games 2018
Raja Sata Oktohari. (azhari/GoNews.co)
Selasa, 18 Juli 2017 19:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Panitia Penyelenggara Asiian Para Games 2018 (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari menilai masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kaum difabel di Indonesia. Hal ini terlihat dari insiden yang dialami mahasiswa penyandang difabellitas di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, baru-baru ini.

"Kasus yang terjadi baru baru ini terhadap kaum difabel yang menjadi viral di media sosial sebagai bukti bahwa masih rendahnya perhatian tehadap kaum difabel di Indonesia," kata Raja Sapta yang juga ketua Umum PB.ISSI di Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Untuk meningkatkan pemahaman tersebut, Okto bertekad memimpin INAPGOC mensukseskan pelaksanaan Asian Para Games 2018. Sebab, momen Asian Para Games 2018 bisa dijadikan ajang mengangkat harkat penyandang difabelitas di Indonesia.

"Asian Para Games dijadikan momentum mengangkat harkat dan martabat bagi kaum difabelitas di indonesia," tegasnya.Dalam kesempatan itu, Okto memberi masukan agar pelaku "bully" diberikan pemahaman lebih jauh tentang keberadaan kaum difabel.

"Kalau perlu dijadikan volunteer pada kegiatan Asian Para Games 2018. Hukuman akan menimbulkan antipati," kata pria yang akrab disapa Okto.

Sebelumnya seorang berkebutuhan khusus dibully mahasiswa lainnya di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Akibat Insiden itu sejumlah penggiat sosial yang sangat perhatian terhadap penyandang Autisme geram dan mendatangi kampus tersebut.

Rencananya, Asian Para Games III akan digelar di Jakarta, 8-16 Oktober 2018 sebulan setelah Asian Games Jakarta, Palembang 2018 . Perhelatan multi event bagi kaum difabelitas Asia ini akan diikuti 42 negara. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww