Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ustaz Syam Sebut Syurga Tempat Pesta Seks, KPI Peringatkan TransTV

Ustaz Syam Sebut Syurga Tempat Pesta Seks, KPI Peringatkan TransTV
Ustaz Syamsuddin Nur Makka. (tempo.co)
Kamis, 20 Juli 2017 15:17 WIB
JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan surat Princeton kepada TransTV. Peringatan itu terkait dengan program ''Islam Itu Indah'' yang tayang pada Sabtu, 15 Juli 2017.

Penceramah pada program tersebut ustaz Syamsuddin Nur Makka atau yang biasa dipanggil Ustad Syam mengucapkan hal yang menuai kritik netizen. Saat itu, Ustaz Syam mengatakan salah satu nikmat yang ada di surga adalah pesta seks.

Ada netizen yang mengatakan bahwa apa yang dikatakan ustad itu adalah ceramah yang tidak mendidik.

''Yth @KPI_Pusat... Ini ujaran dalam ceramah yang tidak mendidik. Nanti anak2 kita yg muda belia pengen cepat2 masuk sorga @DivHumasPolri,'' kata akun @K_Muslim_UNRAM.

Ada juga yang mempertanyaan kontrol dari TransTV. ''Ini @TRANSTV_CORP dari programming, produksi, EP, Produser sampai kreatif pada tidur apa? Kok yang begini bisa tayang?'' kata akun @r0ckinray.

Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI, Nuning Rodiyah, mengatakan bahwa tayangan Islam itu Indah tidak melanggar Pasal Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Akan tetapi, menurut Nuning, tayangan itu berpotensi melanggar Pasal tersebut karena efek dari tayangan itu membuat kegaduhan di publik.

''KPI dalam surat peringatannya meminta agar TransTV melakukan proses kehati-hatian dalam menayangkan program, khususnya konten-konten agama agar tidak menimbulkan kegaduhan publik,'' kata Nuning saat dihubungi melalui telepon, Rabu, 19 Juli 2017.

KPI sudah bertemu dengan pihak TransTV, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kementerian Agama pada Senin, 18 Juli 2017. Direktur Trans TV, Latief Harnoko meminta maaf dan akan memperbaiki kesalahan tersebut. ''Secara internal manajemen TransTV sudah melakukan koordinasi dan evaluasi,'' kata Latief dalam keterangan tertulis yang dibuat KPI.

Menurut KPI, protes dari masyarakat menandakan perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap tayangan ini. Islam itu Indah juga memerlukan pembinaan dan pendampingan dari Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kedua, lembaga agama tersebut bersedia untuk menjadi tempat konsultasi konten-konten siaran yang mengandung khilafiyah, (berbedaan mazhab). KPI berharap dengan adanya konsultasi ini, tidak ada lagi pembenaran terhadap suatu mazhab yang dapat menimbulkan kegaduhan publik.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Badminton, PON
wwwwww