Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Ini Dia Daftar Nama Anggota DPR yang Menikmati Duit Haram Korupsi E-KTP

Ini Dia Daftar Nama Anggota DPR yang Menikmati Duit Haram Korupsi E-KTP
Istimewa.
Jum'at, 21 Juli 2017 14:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Tiga Anggota DPR diyakini turut diperkaya lewat perbuatan korupsi dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto dalam proyek pengadaan e-KTP Tahun 2011-2012.

Mereka adalah dua Politikus Golkar Ade Komarudin dan Markus Nari, serta Politikus Hanura Miryam S Haryani.

"Selain memperkaya diri sendiri, terdapat pihak-pihak lain yang memperoleh keuntungan dari perbuatan terdakwa," kata Anggota Majelis Hakim Franky Tambuwun saat membacakan pertimbangan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/7), kemarin.

Franky menjabarkan, Miryam menerima 1,2 juta dolar Amerika Serikat (AS), Markus Nari sebesar 400 ribu dolar AS atau Rp 4 miliar, serta Ade Komarudin menerima sebesar 100 ribu dolar AS.

Dalam dakwaan JPU KPK, terdapat puluhan nama anggota DPR periode 2009-2014 disebut diuntungkan dalam proyek e-KTP. Di antara mereka yang disebut yaitu Chaeruman Harahap, Agun Gunanjar, Ganjar Pranowo, Yasonna H Laoly, Mirwan Amir, dan Olly Dondokambey.

Namun, nama itu tidak disebut dalam amar putusan majelis hakim. Hakim menjabarkan, pengusaha Andi Narogong telah menyetujui pembagian uang kepada anggota DPR demi memuluskan anggaran.

"Tapi apakah Andi Agustinus sudah menyalurkan secara langsung ke pihak-pihak di DPR itu, terdakwa I (Irman) tidak mengetahuinya ," papar Franky.

Dalam perkara ini, Irman divonis hukuman penjara selama tujuh tahun. Sementara Sugiharto divonis hukuman penjara selama lima tahun. ***

Sumber:rmol.co
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww